Tips Memilih Kolam Untuk Lele Bioflok – Beragampengetahuan.com
9 mins read

Tips Memilih Kolam Untuk Lele Bioflok – Beragampengetahuan.com

Beragampengetahuan.com – Tips memilih kolam untuk budidaya lele bioflok – Salah satu hal yang paling penting dalam budidaya lele bioflok adalah kolam. Kolam adalah tempat menyimpan air untuk ikan lele. Biofloc adalah sistem budidaya yang intensif, jadi pemilihan kolam yang tepat sangatlah penting karena jika salah memilih metode maka tidak akan berjalan dengan baik dan berujung pada kegagalan.

Contents

Skema Bioflok Kolam Sirkular

Baskom melingkar dipilih karena memiliki keunggulan yang sama dengan sistem bioflok. Sebenarnya, skema bioflok bisa menggunakan kolam seperti kolam persegi panjang, kolam kotak, atau kolam renang lainnya, namun rencana ini tidak sempurna dan rawan kegagalan.

Dalam bioflok, air perlu dipindahkan menggunakan udara, agar kandungan oksigen dalam air seimbang dan tinggi. Di kolam bundar, aerator ditempatkan di tengah kolam, yang menjangkau semua sisi kolam. Jika Anda menggunakan kolam kotak dan aerator ditempatkan di tengah, oksigen akan sulit mencapai sudut-sudut kolam, sehingga amonia akan menumpuk, yang akan menyebabkan keracunan ikan.

Fakta lain tentang kolam bulat

Mengapa menggunakan kolam bundar?Karena kolam bundar tidak memiliki sudut, ikan selalu berenang berputar-putar dan tidak pernah menemukan ujungnya. Berbeda dengan menggunakan kolam kotak sudut, biasanya ikan berenang dan berdiri di sudut kolam, meskipun di sudut kolam sulit mendapatkan oksigen dari ventilasi, sehingga ikan mudah mati karena keracunan amonia. .

Ukuran kolam bulat

Kolam bundar dengan berbagai ukuran biasanya memiliki ukuran antara 1 meter. Hingga 4 meter. Tingginya sekitar 1,1 meter. Isi dengan air hingga ketinggian kurang lebih 90 sampai 100 cm. Penentuan ukuran tambak umumnya didasarkan pada luas lahan yang dimiliki atau jumlah produksi yang dihasilkan pada masing-masing tambak.

Di tengah kolam dibuat kemiringan 5 derajat ke tengah kolam. Lereng ini berfungsi untuk menampung sampah dan sisa makanan yang tidak lagi berguna bagi pusat dan dapat dengan mudah dibuang. Selain itu, kawanan dikumpulkan di tengah dan digerakkan oleh ventilasi.

Filter disediakan di dalam tangki agar ikan tidak terbuang sia-sia saat dibersihkan. Di bagian luar terdapat pipa paralon untuk pemisahan air. Maksudnya air di kolam jangan terlalu tinggi atau terlalu tinggi, kalau sudah begitu lele bisa loncat. Label dibuat dengan baik dengan ketinggian air 100 cm di kolam.

Bahan kolam bulat

Kolam bisa menggunakan bahan yang terbuat dari terpal, terpal, fiber atau semen. Saat ini sangat populer menggunakan bahan kolam terpal karena murah dan dapat dipindahkan dengan lancar. Namun kolam terpal hanya bertahan 2 sampai 3 tahun tergantung perawatan dan kualitas bahannya. Kolam yang terbuat dari fiber atau semen lebih kuat, tetapi harganya lebih mahal.

Jumlah tangki air

Dalam budidaya ikan lele sebaiknya kita tidak membuat 1 kolam saja. Mengapa? Hal ini sangat berguna pada saat pemisahan karena kita perlu memisahkan ikan dengan ukuran yang lebih kecil agar pertumbuhan ikan lele menjadi optimal, maka setidaknya kita memiliki 2 atau 3 kolam. Semakin cepat Anda mendapatkan kolam, semakin baik dan mudah perawatannya.

Demikian kira-kira artikel tips memilih kolam lele bioflok. Jika ingin membuat kolam bioflok, silahkan baca Membuat kolam melingkar untuk lele bioflok. Semoga artikel ini bermanfaat dan jika ada pertanyaan silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar, saya siap membantu. Terima kasih.

Informasi Seputar Pengetahuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *