Yoon mengunjungi Jepang untuk pertemuan puncak dengan Kishida

 – Beragampengetahuan
4 mins read

Yoon mengunjungi Jepang untuk pertemuan puncak dengan Kishida – Beragampengetahuan

Presiden Yoon Suk Yeol dijadwalkan berangkat ke Jepang pada hari Kamis untuk menghadiri pertemuan puncak dengan Perdana Menteri Fumio Kishida dalam perjalanan yang menandakan pemanasan yang signifikan dari hubungan yang tegang lama setelah perceraian, menyelesaikan kontroversi kerja paksa di masa perang.

Kunjungan dua hari tersebut merupakan kunjungan bilateral pertama seorang presiden Korea Selatan ke negara tetangganya dalam 12 tahun terakhir, sebagai gambaran betapa lama ketegangan hubungan kedua negara akibat sengketa sejarah.

Pendahulu Mr. Yoon mengunjungi Jepang pada tahun 2019, tetapi itu adalah KTT G20, bukan kunjungan bilateral.

Perjalanan minggu ini dilakukan kurang dari dua minggu setelah Seoul mengumumkan resolusi atas perselisihan jangka panjang mengenai kompensasi bagi warga Korea yang dipaksa melakukan kerja paksa untuk perusahaan Jepang ketika Korea Selatan diambil alih oleh Jepang. Dominasi dari tahun 1910-1945.

Berdasarkan rencana tersebut, dana publik yang berafiliasi dengan Kementerian Dalam Negeri akan memberi kompensasi kepada para korban dengan sumbangan dari bisnis domestik, solusi yang ditolak oleh beberapa korban karena kurangnya keterlibatan perusahaan Jepang.

Yoon mengatakan keputusan itu adalah “tekad untuk bergerak maju dalam hubungan berorientasi masa depan antara Korea dan Jepang”, menyinggung berbagai perselisihan sejarah yang telah menghambat hubungan bilateral dalam konteks Korea. Korea masih membenci 1910-1945 Penjajahan Jepang di Semenanjung Korea.

Yoon menekankan pentingnya meningkatkan hubungan bilateral untuk menangani ancaman program senjata nuklir Korea Utara secara efektif, termasuk melalui kerja sama trilateral dengan Amerika Serikat.

Dia juga mengatakan hubungan yang lebih baik akan membantu meningkatkan pertukaran antara bisnis kedua negara dan pada akhirnya menguntungkan ekonomi mereka.

“Kunjungan ini dimaksudkan untuk menandakan bahwa hubungan Korea-Jepang yang tegang sejauh ini telah memasuki fase normalisasi yang serius,” kata Penasihat Keamanan Nasional Kim Sung-han.

“Kedua pemimpin akan membahas langkah-langkah untuk menormalkan hubungan Korea-Jepang secara keseluruhan, termasuk menerapkan solusi untuk masalah kerja paksa,” kata Kim, mengacu pada keputusan Mahkamah Agung Korea tahun 2018 yang memerintahkan dua perusahaan Jepang — Nippon Steel dan Mitsubishi Heavy Industries — untuk mengkompensasi korban kerja paksa Korea.

“Saya juga yakin akan ada kesempatan untuk membahas cara mengatasi hambatan kebijakan yang menghambat kerja sama ekonomi dan memperdalam kerja sama ekonomi kedua negara,” ujarnya.

Juga diperkirakan akan dibahas selama KTT hari Kamis adalah serangkaian masalah yang tertunda antara kedua negara, termasuk Perjanjian Keamanan Bersama tentang Informasi Militer, pakta berbagi informasi dengan Amerika Serikat.Intelijen militer awalnya ditangguhkan di bawah Moon Jae-in sebelumnya administrasi sebelum keputusan ditangguhkan.

Masalah lain termasuk pembatasan ekspor Jepang terhadap Korea Selatan, penghapusan Korea Selatan dari “daftar putih” mitra dagang preferensialnya, dan keluhan Seoul dengan Organisasi Perdagangan Dunia tentang langkah-langkah pengendalian ekspor.

Yoon akan memulai kunjungan kerjanya dengan pertemuan dengan orang-orang Korea sambil makan siang. Ini adalah kunjungan pertamanya ke Jepang sejak menjabat dan kunjungan pertama presiden Korea Selatan dalam hampir empat tahun.

Mantan Presiden Moon mengunjungi Osaka pada 2019, tetapi perjalanan itu untuk KTT G-20, bukan kunjungan bilateral.

Kunjungan bilateral terakhir mantan Presiden Lee Myung-bak adalah pada Desember 2011.

Yoon kemudian akan mengadakan pertemuan puncak dengan Kishida, diikuti dengan konferensi pers bersama dan makan malam.

Pada hari Jumat, Yoon berencana untuk bertemu dengan anggota Uni Parlemen Jepang-Korea dan Komite Kerjasama Korea-Jepang, mengadakan meja bundar bisnis saat makan siang dengan para pemimpin, memimpin bisnis utama dari kedua negara dan berbicara dengan mahasiswa universitas Jepang dan Korea di Universitas Keio .

Ibu Negara Kim Keon Hee akan menemani Yoon dalam perjalanan tersebut dan akan menghadiri berbagai acara, termasuk pertemuan dengan istri Kishida, Yuko.

“Melalui KTT dan makan malam, kedua pemimpin diharapkan untuk menegaskan kembali komitmen mereka untuk mengembangkan hubungan bilateral sambil membangun kepercayaan pribadi di antara mereka,” kata penasihat keamanan nasional Gia Kim.

“Pembangunan kepercayaan antara Presiden Yoon dan Perdana Menteri Kishida diharapkan berdampak positif pada persahabatan dan pertukaran orang-ke-orang antara kedua negara di masa depan,” katanya.

Yoon dan Kishida telah mengadakan pertemuan puncak bilateral di sela-sela pertemuan multilateral. Mereka bertemu selama Majelis Umum PBB di New York pada bulan September dan sekali lagi selama pertemuan yang dipimpin oleh negara-negara Asia Tenggara di Kamboja pada bulan November.(Yonhap)



Berita Terkini Ekonomi Korea Selatan

berita artis korea, berita korea, berita terbaru artis korea, berita terbaru korea, berita korea selatan hari ini, berita korea selatan, berita trending di korea, berita korea hari ini

#Yoon #mengunjungi #Jepang #untuk #pertemuan #puncak #dengan #Kishida

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *