Kelaparan Besar di Timor Timur, 1977-1979

 – Beragampengetahuan
2 mins read

Kelaparan Besar di Timor Timur, 1977-1979 – Beragampengetahuan

Sebuah foto oleh Peter Rodgers yang menggambarkan pemindahan paksa, penyerahan diri dan kelaparan dipajang di Centro Nacional Chega! (CNC) sebagai bagian dari pameran sejarah perjuangan kemerdekaan Timor Timur. Sumber: Raimundo Sarmento Fraga, CNC.

Setelah aneksasi Timor Timur oleh Indonesia pada bulan Desember 1975, pengungsian paksa dan kelaparan massal mengakibatkan apa yang dikenal sebagai Kelaparan Besar di Timor Timur, 1977–1979. Ketika pasukan Indonesia memasuki provinsi tersebut, ribuan orang terpaksa meninggalkan desa dan pertanian mereka ke pegunungan dan hutan belantara, di mana sumber makanan langka. Diperkirakan lebih dari lima puluh persen dari 600.000 penduduk Timor Timur menjadi pengungsi.

Sebuah laporan yang disiapkan oleh Komisi Kebenaran, Penerimaan dan Rekonsiliasi Timor Timur (CAVR) menyimpulkan bahwa sedikitnya 84.000 orang, namun kemungkinan mencapai 180.000 orang, tewas dalam bencana kelaparan tersebut. Oleh karena itu, tragedi ini telah berdampak pada satu dari setiap dua warga Timor Timur. Pembatasan yang dilakukan Indonesia terhadap media dan propagandanya menyebabkan hanya sedikit pemberitaan terbuka mengenai tragedi yang terjadi.

Lebih dari dua dekade setelah masyarakat Timor Timur memilih untuk merdeka dari Indonesia, kebenaran dan trauma yang terkait dengan keluarga yang dilanda konflik ini masih sedikit diketahui.

Apa konteks terjadinya kelaparan ini? Bagaimana hal ini bisa terjadi dan seberapa besar penderitaan masyarakat Timor Timur? Apa liputan media yang ada saat itu, dan apa reaksi masyarakat internasional? Dan bagaimana kelaparan di Timor Timur saat ini diperingati dan apa yang dilakukan untuk memberikan keadilan bagi para korbannya?

Dalam episode minggu ini, Dr Jemma Purdey berbicara dengan Dr Vannessa Hearman, Dosen Senior Sejarah di Curtin University di Australia Barat. Monografnya yang memenangkan penghargaan, Kuburan Tak Bertanda: Kematian dan Kelangsungan Hidup dalam Kekerasan Anti-Komunis di Jawa Timur, Indonesiaadalah studi tentang kekerasan massal di Indonesia pada tahun 1965 hingga 1966. Penelitiannya berkaitan dengan sejarah dan politik Indonesia dan Timor Timur serta hubungan Australia dengan kedua negara. Ia mengeksplorasi sejarah migrasi orang Timor Timur ke Australia dan bagaimana lembaga-lembaga kebudayaan Australia merefleksikan sejarah ini dalam koleksi mereka. Publikasi terbarunya mengenai kelaparan di Timor Timur antara lain ‘Australian News Photography and Contested Images of Indonesia-Occupied East Timor’, Australian Historical Studies, (2003) 54:3; dan ‘Tantangan dalam Mengejar Keadilan atas Kelaparan Besar di Timor Timur (1977-1979), Third World Quarterly (2024), 45:2. Lihat juga tulisan Pat Walsh mengenai kelaparan dan nasib laporan CAVR Chega!.

Pada tahun 2024, podcast Talking Indonesia akan dipandu oleh Dr Jemma Purdey dari Australia-Indonesia Centre, Dr Jacqui Baker dari Murdoch University, Dr Elisabeth Kramer dari University of New South Wales dan Tito Ambyo dari RMIT.

Contents

indonesian podcast



aplikasi podcast

podcast, podcast adalah, apa itu podcast, google podcast, arti podcast, podcast artinya, logo podcast, podcast spotify, background podcast, beragampengetahuan podcast, studio podcast
, cara membuat podcast di spotify

#Kelaparan #Besar #Timor #Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *