Berbicara Indonesia: KUHP baru – Beragampengetahuan

Proyek M/Ke K. Riyadi
Pada tanggal 2 Januari 2026, Indonesia memasuki apa yang oleh para pejabat disebut sebagai “era baru” peradilan pidana. Negara ini telah memperkenalkan KUHP baru (KUHPKUHP) dan KUHAP yang baru (KUHAPKUHAP), yang mengubah apa itu kejahatan dan bagaimana kejahatan diidentifikasi, diselidiki dan dihukum.
Pemerintah mengatakan hal ini menandai pergeseran menuju “keadilan restoratif,” yang memprioritaskan rehabilitasi dibandingkan hukuman. Para pejabat menggambarkannya sebagai “lebih manusiawi, lebih modern dan lebih adil.” Namun organisasi-organisasi sosial sudah membunyikan alarm. Mereka menyebut undang-undang baru ini ‘kejam dan tidak liberal’ – dan berpotensi lebih buruk dibandingkan sistem yang digantikannya.
Inti dari kontroversi ini: Polisi masih dapat menangkap dan menahan orang tanpa surat perintah, dan Amnesty International telah mengidentifikasi 88 pasal yang dapat digunakan untuk membungkam kritik dan mengkriminalisasi perbedaan pendapat secara damai.
Jadi apa itu? Sebuah reformasi bersejarah yang memodernisasi sistem peradilan di Indonesia, atau sebuah langkah mundur yang memberikan kekuasaan baru kepada pihak berwenang? Dalam episode ini kami berbicara dengan seorang ahli hukum yang telah mengikuti undang-undang ini sejak dirancang.
Maidina Rahmawati memiliki pengalaman lebih dari delapan tahun dalam mengadvokasi reformasi peradilan pidana. Beliau adalah seorang pengacara/litigator dan mediator bersertifikat dan saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur Institute for Criminal Justice Reform (ICJR). Mai meraih gelar Magister Hukum dari Universitas New South Wales, dengan spesialisasi hukum pidana dan hak asasi manusia. Ia baru-baru ini diangkat menjadi dosen Hukum Pidana dan Hak Asasi Manusia di Universitas Atma Jaya Jakarta dan Hukum Pidana pada program sarjana Kriminologi Universitas Indonesia (UI).
Pada tahun 2026, podcast Talking Indonesia akan dipandu oleh Dr.Elisabeth Kramer dari Universitas New South Wales, Dr.Jemma Purdey dari Australia-Indonesia Centre, Tito Ambyo dari RMIT, Dr.Jacqui Baker dari Murdoch University, dan Clara Siagian dari University of College London.
Contents
indonesian podcast
aplikasi podcast
podcast, podcast adalah, apa itu podcast, google podcast, arti podcast, podcast artinya, logo podcast, podcast spotify, background podcast, beragampengetahuan podcast, studio podcast
, cara membuat podcast di spotify
#Berbicara #Indonesia #KUHP #baru