Kenapa Harus Memilih Budidaya Lele Bioflok? – Beragampengetahuan.com
9 mins read

Kenapa Harus Memilih Budidaya Lele Bioflok? – Beragampengetahuan.com

Beragampengetahuan.com – Kenapa Harus Memilih Budidaya Lele Biofloc – Akhir-akhir ini banyak sekali peternak lele baru yang mencoba peruntungan. Hal ini dikarenakan budidaya ikan lele saat ini sangat menguntungkan dan siklus panennya sangat singkat dibandingkan jenis budidaya ikan lainnya, hanya 2,5 sampai 3 bulan, sedangkan ikan lain bisa memakan waktu 7 sampai 8 bulan.

Meskipun menawarkan banyak keuntungan, budidaya lele masih memiliki masalah serius, terutama jika kita menggunakan metode budidaya konvensional. Saat ini harga semakin naik dan naik, padahal kebutuhan modal maksimal untuk membeli makanan sebenarnya mencapai 75%. Selain itu, masalah lain yang sering ditemui adalah kelangkaan lahan untuk bercocok tanam.

Membaca banyaknya permasalahan yang dihadapi para pembudidaya ikan lele, para ilmuwan berusaha mencari solusi melalui teknologi. Hasilnya, tercapai teknologi budidaya ikan lele dengan skema bioflok. Rencana ini memiliki banyak keuntungan dan diprediksi dapat meningkatkan produksi.

Biofloc berasal dari kata bio yang berarti hidup dan floc berarti pembengkakan. Jadi bioflok bisa disimpulkan sebagai metode penguraian bahan-bahan sisa atau limbah di kolam menjadi gumpalan-gumpalan kecil yang nantinya akan menjadi makanan tambahan bagi ikan lele.

Konsep kerja bioflok adalah mengganti senyawa organik amoniak, hidrogen sulfida, gas metana, nitrat yang berbahaya bagi kehidupan lele dengan menambahkan probiotik pada pakan berprotein tinggi. Munculnya zat beracun ini disebabkan karena kadar oksigen di dalam air sangat rendah, sehingga bakteri yang dapat bertahan hidup adalah bakteri anaerob. Bakteri yang hidup adalah bakteri aerob, sehingga tambak membutuhkan suplai oksigen yang banyak.

Untuk menambah oksigen, program harus terus menambahkan udara. Aerator ditempatkan di tengah kolam. Selain untuk menambah oksigen, fungsi aerator adalah untuk mengaduk air dan sedimen di dalam kolam.

Skema Biofloc menggunakan bak berbentuk lingkaran karena pada bak berbentuk lingkaran jarak antara aerator dengan tepi kolam sama di setiap sisinya. Pada kolam jenis ini, distribusi oksigen bisa sama di semua sisi kolam.

Mengembangkan sistem bioflok dapat menghemat hingga 30% makanan. Hal ini bisa terjadi karena sudah tersedia pakan berprotein tinggi berupa flok di tambak. Hijauan yang efisien meningkatkan keuntungan petani dengan mempertimbangkan besarnya biaya pembelian pakan.

Dalam rencana bioflok, waktu mengolah air tidak berubah sehingga menghemat air. Ini sangat penting di daerah yang kekurangan air. Sebenarnya di biofloc dihilangkan (untuk membuang lumpur di kolam) dan ditambahkan air, namun dibandingkan dengan sistem perhitungan masih lebih hemat air. Pembuangan air dilakukan sekali sehari dan air ditambahkan seminggu sekali.

Dibandingkan dengan rencana konservatif, bioflok memuat lebih banyak ikan. Di area tambak yang sama, tambak konservatif hanya dapat menampung sekitar 300 hingga 500 ekor/m3, sedangkan sistem bioflok dapat menampung hingga 1.000 ekor/m3. Dengan kapasitas yang semakin meningkat, maka produksi semakin banyak, meskipun lahannya terbatas.

Kolam yang baik memiliki pH antara 6 hingga 9. Untuk ikan lele kecil usahakan pH air antara 6 sampai 7,5 karena ikan lele kecil tidak dapat bertahan hidup pada kondisi pH tinggi.

Demikian pembahasan singkat kami “Kenapa harus memilih Budidaya Lele Biofloc?” Semoga bermanfaat…

Informasi Seputar Pengetahuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *