2 mins read

masuk! Siapa yang kamu salahkan? Tiongkok atau masyarakat luas? Perusahaan mungkin menutup pabrik Jerman untuk pertama kalinya dalam lebih dari 80 tahun! – Beragampengetahuan

Volkswagen sedang mempertimbangkan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menutup pabrik di Jerman untuk pertama kalinya dalam 87 tahun keberadaannya sebagai bagian dari strategi pemotongan biaya yang intensif untuk melawan meningkatnya persaingan dari pembuat mobil listrik Tiongkok.

Pada hari Senin, raksasa otomotif tersebut mengumumkan akan menutup pabrik lokalnya untuk meningkatkan ketahanan perusahaan di masa depan. Hal ini termasuk kemungkinan pemutusan perjanjian jaminan kerja jangka panjang dengan pekerja yang telah berlaku sejak tahun 1994.

Chief Executive Officer Grup Volkswagen Oliver Blume menggambarkan situasi di industri otomotif Eropa sebagai situasi yang sulit dan serius, seraya merujuk pada meningkatnya tantangan ekonomi dan masuknya pesaing baru ke Eropa. Ia menegaskan, daya tarik Jerman sebagai pusat manufaktur semakin memudar. Posisi pasar Volkswagen telah melemah di Tiongkok, pasar terbesarnya, dengan pengiriman pada paruh pertama tahun 2023 turun 7% dari tahun sebelumnya meskipun ada inisiatif penghematan biaya besar yang bertujuan menghemat 10 miliar euro ($11,1 miliar). Laba operasional grup turun 11,4% menjadi 10,1 miliar euro ($11,2 miliar).

Pesaing mobil listrik lokal seperti BYD juga mulai merambah jejak Volkswagen di Eropa, sehingga memperburuk kesengsaraan perusahaan tersebut di Tiongkok.

Bloom telah menekankan fokus pada pemotongan biaya dalam operasional pabrik, rantai pasokan dan tenaga kerja, dengan mengatakan pada laporan pendapatan baru-baru ini bahwa fokusnya saat ini adalah pada “biaya, biaya, biaya.” Namun, langkah-langkah pemotongan biaya ini akan mendapat tentangan keras dari serikat pekerja. Serikat pekerja utama Jerman, IG Metall, mengkritik rencana manajemen tersebut, bersumpah untuk melindungi lapangan kerja dan menyebut strategi dewan tersebut tidak bertanggung jawab dan merupakan ancaman terhadap inti Volkswagen.

Volkswagen memiliki hampir 683.000 karyawan di seluruh dunia, termasuk sekitar 295.000 di Jerman, dan potensi perpindahan tersebut menyebabkan kerusuhan serius. Thomas Schaefer, kepala eksekutif divisi mobil penumpang Volkswagen, menegaskan kembali komitmen perusahaan terhadap Jerman namun menekankan perlunya diskusi dengan perwakilan pekerja untuk menemukan solusi restrukturisasi yang berkelanjutan.

Perusahaan mengakui bahwa pemotongan biaya sederhana saja tidak akan meringankan krisis yang ada saat ini, mengingat perjuangan kompleks yang dihadapi dalam menyeimbangkan pemotongan biaya dengan retensi pekerjaan.



Contents

industri mobil



beragam pengetahuan tentang industri mobil

industri mobil listrik, bengkel mobil terdekat
, manfaat industri mobil, rental mobil terdekat, mobil sport, mobil bekas

#masuk #Siapa #yang #kamu #salahkan #Tiongkok #atau #masyarakat #luas #Perusahaan #mungkin #menutup #pabrik #Jerman #untuk #pertama #kalinya #dalam #lebih #dari #tahun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *