Prabowo akan melanjutkan dominasi militer di sektor pertahanan

 – Beragampengetahuan
4 mins read

Prabowo akan melanjutkan dominasi militer di sektor pertahanan – Beragampengetahuan

Foto oleh Budi Candra Setya untuk Antara.

Presiden terpilih Prabowo Subianto kemungkinan akan menunjuk tokoh militer untuk memimpin Kementerian Pertahanan saat ia menjabat pada Oktober 2024. Sebagai mantan jenderal Angkatan Darat yang kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan di bawah Presiden Joko “Jokowi” Widodo, Prabowo diperkirakan akan semakin terpinggirkan. politisi sipil di sektor pertahanan negara.

Kecil kemungkinan pimpinan Partai Gerindra itu akan menunjuk politisi sipil untuk menggantikannya sebagai menteri pertahanan. Hal ini bukan hanya karena ia adalah seorang politisi dengan latar belakang militer yang kuat, tetapi terutama karena ia membutuhkan sekutu dekat untuk memimpin Kementerian Pertahanan agar ia dapat tetap menguasai institusi tersebut. Menurut sejumlah pengamat, yang dimaksud adalah Jenderal Sjafrie Sjamdoeddin yang kini menjabat sebagai penasihat khusus Prabowo di Kementerian.

Sjafrie adalah ajudan mantan Presiden Soeharto. Ia menjabat sebagai panglima militer di Jakarta selama kerusuhan Mei 1998 yang berujung pada jatuhnya orang kuat tersebut, peristiwa di mana Prabowo juga terlibat sebagai Panglima Kostrad (cadangan strategis tentara). Pada tahun 2009, Sjafrie diangkat menjadi wakil Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Selain semua referensi tersebut, persahabatan antara Prabowo dan Sjafrie sudah ada sejak masa awal mereka menjadi tentara. Mereka berdua berasal dari angkatan 1974.

Bahkan sebelum pelantikannya, Prabowo sudah menunjukkan kecenderungan untuk memasukkan orang-orang kepercayaannya ke dalam Kabinet. Pada bulan Juli, Presiden Jokowi menunjuk dua politisi Gerindra sebagai wakil menteri dalam perombakan kabinet terbarunya. Bendahara Gerindra Thomas Djiwandono, sepupu Prabowo, diangkat menjadi Wakil Menteri Keuangan II, sedangkan politikus Gerindra Sudaryono, mantan asisten pribadi Prabowo, menjadi Wakil Menteri Pertanian. Pada bulan Agustus, Jokowi Gerindra menunjuk Wakil Sekretaris Jenderal Angga Raka Prabowo sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika.

Melanjutkan warisan Jokowi

Terlepas dari masalah meritokrasi, jelas bahwa penunjukan Sjafrie sebagai menteri pertahanan akan meningkatkan tekanan terhadap demokrasi Indonesia yang rapuh dengan semakin melemahkan pengawasan sipil terhadap sektor pertahanan.

Jika menunjuk Sjafrie, maka Prabowo akan melanjutkan kebijakan Jokowi yang selama ini menjaga Kementerian Pertahanan tetap berada di bawah kendali orang-orang berlatar belakang militer. Penunjukan Ryamizard Ryacudu (2014-2019) dan kemudian Prabowo (2019-sekarang) sebagai Menteri Pertahanan oleh Jokowi merupakan hal yang kontroversial karena menandai perubahan besar dari tradisi pasca-Suharto yang selalu menunjuk politisi sipil untuk memimpin kementerian (dengan pengecualian Agum Gumelar). , yang merupakan pengasuh dalam peran tersebut untuk waktu yang singkat dari Juli hingga Agustus 2001).

Kementerian Pertahanan berperan sebagai jembatan antara pemerintah dan militer Indonesia. Ini harus menjadi sebuah platform di mana para pembuat kebijakan sipil dapat menerjemahkan preferensi kebijakan ke dalam perintah militer untuk menciptakan angkatan bersenjata yang profesional. Namun di bawah pemerintahan Jokowi, belum ada satu pun pakar akademis yang diangkat menjadi pejabat di kementerian.

Tampaknya, penunjukan tokoh berlatar belakang militer sebagai Menteri Pertahanan dimaksudkan agar jumlah tokoh militer yang menduduki posisi strategis di kementerian semakin meningkat. Misalnya, kepindahan Prabowo ke kementerian diikuti dengan perekrutan sekelompok perwira militer aktif dan pensiunan.

Bukan rahasia lagi bahwa TNI sedang berjuang dengan banyaknya perwira menengah dan senior yang tidak mempunyai peran fungsional alias non-jabatan. Menugaskan pejabat militer ke posisi kementerian dipandang sebagai solusi parsial namun cepat terhadap masalah ini.

Implikasi dari kebijakan ini jelas. Hal ini akan menyebabkan pemberian bobot yang tidak seimbang antara tokoh militer dan sipil di dalam kementerian. Perspektif militer akan terlalu dominan dalam menentukan arah kebijakan. Dampaknya adalah menurunnya transparansi aktivitas militer, sehingga aktivitas tentara semakin sulit untuk diawasi, apalagi dikendalikan, oleh warga sipil.

Militer pada umumnya mempunyai keahlian yang terbatas dalam pembuatan kebijakan, sehingga menyebabkan perumusan kebijakan yang tidak akurat dan sering kali menyebabkan perwira bertindak secara politis. Selain itu, buruknya penyampaian informasi akibat keterbukaan informasi yang tidak transparan seringkali menimbulkan perbedaan pendapat dan kesalahan perhitungan dalam menyikapi permasalahan.

Akankah Prabowo mengubah haluan?

Terlepas dari tantangan yang mereka hadapi, Indonesia memiliki menteri pertahanan sipil yang cakap. Juwono Sudarsono – Menteri Pertahanan Sipil pertama – dikenal sebagai penggagas doktrin Kekuatan Esensial Minimum. Hal ini kemudian menjadi pedoman perencanaan pembangunan nasional di bidang pertahanan dan keamanan.

Peran Menteri Pertahanan sangatlah kompleks. Pihak militer harus profesional, sebagaimana diamanatkan oleh reformasi pasca-Suharto seperti UU TNI (No. 34 Tahun 2004), namun militer juga diharapkan untuk memodernisasi persenjataannya untuk mengatasi tantangan keamanan internal dan eksternal dengan anggaran yang terbatas.

Hal ini membuat pemerintahan berikutnya harus menyeimbangkan komposisi tokoh militer dan sipil di kementerian. Untuk melakukan hal itu, mereka harus menunjuk seorang warga sipil untuk memimpin Departemen Pertahanan.

Apakah ini kemungkinan besar akan dilakukan oleh Prabowo? Jangan menahan nafasmu.

Contents

indonesian podcast



aplikasi podcast

podcast, podcast adalah, apa itu podcast, google podcast, arti podcast, podcast artinya, logo podcast, podcast spotify, background podcast, beragampengetahuan podcast, studio podcast
, cara membuat podcast di spotify

#Prabowo #akan #melanjutkan #dominasi #militer #sektor #pertahanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *