Siaran pers – Ruang berita Biro Meteorologi – Beragampengetahuan
12/11/2024
Badan Meteorologi dan Badan Meteorologi Jepang (JMA) telah menandatangani perjanjian hubungan strategis untuk mempromosikan kerja sama jangka panjang di bidang meteorologi satelit.
Perjanjian tersebut, yang ditandatangani pada upacara resmi di Tokyo pada Senin 11 November 2024, akan menghasilkan prakiraan dan peringatan yang lebih akurat dan andal. Meningkatkan keamanan masyarakat Mendukung keamanan nasional dan meningkatkan output perekonomian
Dr Andrew Johnson, Kepala Eksekutif, Biro Meteorologi berada di Jepang untuk penandatanganan dan mengatakan perjanjian tersebut melanjutkan kerja sama yang dimulai antara kedua lembaga pada tahun 1977 dan termasuk kesempatan untuk menjadi bagian dari proyek Himawari-10 baru Jepang.
“Perkiraan dan peringatan Biro yang diandalkan oleh seluruh warga Australia setiap hari didasarkan pada observasi Bumi yang kami terima dari satelit, khususnya Himawari,” kata Dr Johnson.
“Di bawah pengaturan hubungan strategis, JMA akan mengirimkan gambar peristiwa cuaca berdampak tinggi setiap 2,5 menit di mana saja di kawasan Australia,” kata Dr Johnson.
Himawari-10 merupakan penerus satelit meteorologi geostasioner Jepang Himawari-9 dan dijadwalkan dikirimkan pada tahun 2029.
“Kolaborasi dengan Jepang pada satelit Himawari-10 mewakili kontribusi terbesar Australia terhadap aktivitas satelit meteorologi internasional hingga saat ini,” kata Dr Johnson.
Mr Takashi Mori, Direktur Jenderal JMA, mengatakan.
“Saya merasa terhormat dan mendapat kehormatan untuk menandatangani perjanjian hubungan strategis ini dengan Dr. Johnson, melalui perjanjian ini, Badan dan JMA akan bekerja sama untuk memanfaatkan data satelit Himawari untuk lebih mengembangkan layanan meteorologi kedua negara.”
“Saya sangat yakin bahwa kerja sama ini akan berkontribusi besar pada kegiatan pengurangan risiko bencana untuk melindungi nyawa dan harta benda. Tidak hanya di Australia dan Jepang tapi juga mencakup seluruh kawasan Asia-Oseania,” kata Mori.
Pada bulan Oktober 2022, Perdana Menteri Australia dan Jepang mengumumkan niat mereka untuk memperkuat kerja sama antar pemerintah. Untuk meningkatkan kemampuan pemantauan cuaca ekstrem dan multi-bahaya Australia. Ini berfokus pada penerus satelit meteorologi geostasioner Jepang Himawari-9.
Satelit Himawari-9 Letaknya 35.800 km di atas garis khatulistiwa pada garis bujur 140,7°BT di atas Samudera Pasifik bagian barat. Mirip dengan Jepang, Papua, dan Australia Tengah. Posisi ini memberikan cakupan satelit yang sangat baik di Australia.
Gambar beresolusi tinggi dapat dilihat dari satelit Himawari-9. di situs Biro Meteorologi
Info Cuaca
prakiraan cuaca, prakiraan cuaca hari ini, prakiraan cuaca besok, prakiraan cuaca jakarta, prakiraan cuaca
#Siaran #pers #Ruang #berita #Biro #Meteorologi