Menteri Luar Negeri Iran: Pembicaraan Lebanon akan fokus pada ancaman Israel

 – Beragampengetahuan
3 mins read

Menteri Luar Negeri Iran: Pembicaraan Lebanon akan fokus pada ancaman Israel – Beragampengetahuan

Arachi tiba di Bandara Internasional Rafik Hariri Beirut pada Kamis, 8 Januari, dan disambut oleh pejabat Lebanon.

Araqchi mengatakan kepada wartawan setibanya di sana bahwa dia akan bertemu dengan para pejabat Lebanon pada hari Kamis dan Jumat, seraya menambahkan bahwa tujuan utamanya adalah untuk berkonsultasi erat dengan mereka mengenai isu-isu pembangunan regional.

“Hari ini dan besok saya akan bertemu dengan para pejabat Lebanon, dengan tujuan pertama adalah berkonsultasi dengan teman-teman Lebanon mengenai masalah pembangunan regional,” katanya.

Ia juga berterima kasih kepada Ketua Lebanon Berri dan Perwakilan Khalil Hamdan atas sambutan dan pidatonya di bandara.

Pada saat yang sama, Araqchi memperingatkan bahwa kawasan tersebut sedang menghadapi tantangan dan ancaman serius, yang menurutnya jelas berasal dari rezim Israel.

“Wilayah kami menghadapi tantangan dan ancaman serius, terutama dari rezim Israel, dan mungkin belum pernah terjadi sebelumnya,” katanya.

Dia menambahkan bahwa tujuh negara di kawasan ini, termasuk Iran dan Lebanon, telah menderita serangan rezim selama dua tahun terakhir.

Araqchi mengatakan sebagian wilayah Lebanon masih diduduki oleh tentara Israel dan perjanjian gencatan senjata yang dicapai selama setahun terakhir telah berulang kali dilanggar.

“Sebagian wilayah Lebanon masih diduduki tentara Zionis, dan perjanjian gencatan senjata yang dicapai selama setahun terakhir telah berulang kali dilanggar,” katanya.

Dia mengatakan tujuan utama kunjungannya adalah untuk berkonsultasi erat dengan para pejabat senior Lebanon mengenai tantangan dan ancaman ini.

Selain itu, Araqchi mengatakan Lebanon merupakan negara penting di kawasan dan berperan penting dalam perdamaian dan stabilitas kawasan.

Dia menambahkan bahwa Iran sedang berkonsultasi dengan semua negara di kawasan dan kunjungannya ke Lebanon terjadi pada saat yang sangat sensitif.

Berbicara mengenai hubungan bilateral, Araqchi mengatakan tujuan kedua dari kunjungan ini adalah untuk meningkatkan hubungan Iran dan Lebanon.

“Iran dan Lebanon telah lama memiliki hubungan politik serta ikatan ekonomi dan budaya, dan kami berupaya memperluas hubungan ini, khususnya hubungan ekonomi,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa Iran sedang mengupayakan hubungan komprehensif dengan seluruh pemerintah Lebanon dan dia akan bertemu dengan Menteri Ekonomi Lebanon selama kunjungannya untuk memperluas kerja sama ekonomi dan perdagangan.

Araqi mengatakan kedua negara memiliki budaya dan peradaban yang kaya, dan pertukaran budaya akan membantu memperdalam persahabatan dan interaksi kedua negara.

“Iran dan Lebanon juga memiliki budaya yang kaya dan peradaban kuno, dan pertukaran budaya membantu memperluas persahabatan dan interaksi mendalam antara kedua negara,” ujarnya.

Dia menegaskan kembali dukungan Iran terhadap integritas teritorial, persatuan nasional, dan kemerdekaan Lebanon.

Dia berkata: “Iran akan selalu mendukung integritas teritorial, persatuan dan kemerdekaan Lebanon, dan posisi pemerintah Lebanon terhadap Iran juga konsisten.”

Teheran berupaya memperluas hubungan berdasarkan rasa saling menghormati dan kepentingan bersama, tambahnya.

Menanggapi pertanyaan tentang ancaman yang ditimbulkan oleh rezim Israel terhadap Lebanon, Araqchi mengatakan Iran akan mengadakan konsultasi erat dengan para pejabat Lebanon mengenai masalah ini.

Menanggapi pertanyaan lain tentang ancaman yang dikeluarkan rezim AS dan Israel terhadap Iran, Araqchi mengatakan bahwa kedua negara telah mencoba menyerang Iran tetapi gagal.

“Amerika Serikat dan Israel telah mencoba menyerang Iran dan gagal,” katanya.

“Setiap kali mereka mengulangi pengalaman tersebut, mereka mendapatkan hasil yang sama,” tambahnya.

Dia mengatakan Iran sepenuhnya siap menghadapi situasi apa pun, sambil menekankan bahwa Teheran tidak bermaksud berperang.

“Kami tidak bermaksud perang, namun kami siap,” katanya.

Ia juga mengatakan Iran bersedia melakukan perundingan selama perundingan dilandasi rasa saling menghormati.

“Kami juga siap melakukan perundingan, namun perundingan didasarkan pada rasa saling menghormati,” ujarnya.

“Selama Amerika menyadari bahwa perundingan berbeda dengan perintah, perundingan dapat dimulai,” tambahnya.

Contents

berita dunia



berita dunia hari ini

berita dunia terkini, berita viral dunia, berita bola dunia
, berita terbaru hari ini di seluruh dunia, berita terkini dunia, berita sepakbola dunia, berita dunia terbaru, berita dunia internasional

#Menteri #Luar #Negeri #Iran #Pembicaraan #Lebanon #akan #fokus #pada #ancaman #Israel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *