Affirming Children’s Cultural Identity through Play Therapy – Beragampengetahuan.com
Ditulis oleh Alex Liau, seorang psikolog pembelajaran dan perilaku.
Bagi banyak anak, budaya bukanlah sesuatu yang jauh atau abstrak. Hal ini dialami setiap hari dalam makanan yang Anda makan, cerita yang Anda dengar, permainan yang Anda mainkan, dan ritual yang Anda jalankan. Mengenali dan mengintegrasikan identitas budaya anak melalui terapi bermain memperkuat rasa diri. Hal ini membantu memperbaiki perpecahan emosional yang timbul akibat imigrasi, perbedaan budaya atau transisi keluarga, membuat setiap anak merasa diperhatikan, berakar, dan utuh.
Mei Yin, seorang warga negara Tionghoa Singapura berusia tujuh tahun, pindah ke Nigeria bersama orang tuanya 6 bulan lalu. Di sekolah, Mei Yin merasa berbeda dari teman-temannya karena dia adalah satu-satunya siswa Tiongkok di sekelompok anak-anak Nigeria. Namun di ruang bermain, dia menemukan cara untuk membawa budayanya ke dunia permainannya. Apa yang dimulai dengan boneka dan makanan boneka berubah menjadi perjalanan penegasan dan ekspresi diri yang kuat, dipandu oleh terapisnya, yang membantunya mengeksplorasi identitas dan rasa memiliki.
Menjelang Tahun Baru Imlek, terapis Mei Yin menanyakan apa yang ingin dia kerjakan selama sesinya. Mei Yin melihat ke ruang bermain dan memutuskan untuk membuat rumah boneka. Dia mengatur meja kecil di rumah boneka. Kemudian dia menempatkan boneka-boneka yang mewakili keluarganya di sekelilingnya dan dengan hati-hati “menyajikan” makanan simbolis: labu, mie, dan ikan.
Dokter memperhatikan kehati-hatian yang dia lakukan dalam ritual ini. “Makan malam ini sepertinya bermanfaat bagi keluarga Anda,” renung sang terapis. Wajah Mei Yin bersinar. Dia mulai menggambarkan bagaimana kakek dan neneknya di Singapura memimpin acara makan dan bagaimana mereka semua makan bersama hingga tengah malam.
Dalam peragaan ulang ini, Mei Yin tidak hanya menyampaikan kebanggaan budaya tetapi juga perasaan mendalam akan identitas dan rasa memiliki. Ruang bermain menjadi ruang aman baginya untuk mengeksplorasi perasaan identitas, jarak dari keluarga besar, dan perubahan hidup di luar negeri.
Contents
Permainan dan bahasa tradisional sebagai label budaya
Budaya sering terlihat pada permainan yang dimainkan anak-anak. Untuk bulan Mei, ada permainan lima batu dan chapteh, permainan tradisional shuttlecock, yang diajarkan oleh kakeknya.
Suatu sore Mei Yin mengajari terapisnya cara memainkan permainan yang disebut “Lima Kerikil”. Dia terkikik saat terapis berjuang, dengan bangga menunjukkan kepadanya cara dengan cekatan melempar dan menangkap tas kain kecil. Saat itu, May tidak sekadar bermain-main. Dia menjadi seorang “profesional”.
Menempatkan anak-anak seperti Mei Yin sebagai ahli budaya akan membangun harga diri mereka dan mengembalikan rasa identitas dan kepemilikan. Bagi Mei Yin, mengajar terapis memberinya kekuatan yang tidak sering dia rasakan di lingkungan sekolah, di mana tradisinya terkadang luput dari perhatian. Melalui permainan ini, dia berbagi warisan budayanya dan mendapatkan kembali kebanggaan atas identitas budayanya.
Bahasa juga merupakan indikator budaya. Mei Yin sering beralih antara bahasa Mandarin dan Inggris saat bermain pura-pura, terutama saat melakukan pertunjukan boneka. Terkadang dia menirukan suara orang tuanya dalam bahasa Mandarin, lalu beralih ke bahasa Inggris untuk situasi sekolah.
Alih-alih mengoreksinya, terapis malah meniru bahasanya dan sesekali bertanya, “Apakah Anda ingin memberi tahu saya apa maksudnya?” dia bertanya. Tindakan kecil ini menunjukkan rasa hormatnya dan memperkuat gagasan bahwa semua bagian dari dirinya diterima.
Percampuran bahasa atau alih kode merupakan hal yang wajar terjadi pada anak bilingual. Dalam terapi, hal itu bukan menjadi sesuatu yang harus “diperbaiki” melainkan menjadi cara untuk menghormati pengalaman hidup mereka. Bagi Mei Yin, ini berarti dia dapat sepenuhnya membenamkan dirinya di ruang bermain tanpa takut dihakimi.
Memahami simbolisme dari cerita
Identitas budaya juga menjadi hidup melalui simbol-simbol. Suatu hari, Mei Yin mengambil mainan naga dari rak mainan. Dia menyebutnya “Jalan Jauh” dan menceritakan sebuah kisah tentang menyelamatkan seekor kelinci dari bahaya. Kisah ini menggemakan tema kepahlawanan dan kerentanan, yang tertanam dalam dunia emosionalnya sendiri.
Terapis memilih untuk tidak terburu-buru melakukan interpretasi. Dia mengikuti arahan Mei Yin dan mendengarkan dengan penuh semangat dan penuh hormat. Dengan melakukan hal itu, Mei membiarkan rasa takut dan keberaniannya muncul ke dalam cerita alegoris, secara metaforis menemukan keamanan.
Simbol seperti naga, kelinci, atau lentera seringkali memiliki makna berlapis. Mereka menghubungkan anak-anak dengan mitologi budaya sekaligus memberikan cara untuk mengekspresikan emosi yang kompleks.
Representasi dalam permainan itu penting
Keterwakilan di ruang bermain itu penting. Mei Yin tersenyum saat melihat boneka mengenakan cheongsam dan berkata, “Dia mirip bibiku di Singapura.” Dia kemudian menggunakannya untuk membuat lentera kertas merah, yang dia sebut “lampu harapan”. Lentera menjadi simbol kegembiraan dan kerinduan akan neneknya kembali ke rumah dan tradisi yang ia rindukan.
Momen kecil ini menegaskan identitas Mei. Terapis tidak perlu memberikan solusi. Menawarkan berbagai benda budaya, seperti boneka kain tradisional, kuas untuk kaligrafi, atau kue bulan kecil, menunjukkan bahwa Mei Yin dipandang dan dihargai oleh dunia.
Terapi bermain yang responsif terhadap budaya tidak hanya memberikan dukungan pada anak secara individu. Ia mengakui ikatan antargenerasi yang membentuk identitas. Bagi May, memerankan kembali adegan makan malam reuni dan mengajarkan permainan tradisional membantunya mengingat kakek-neneknya dan nilai-nilai tradisional yang mereka tanamkan dalam dirinya.
Dengan mengamati ekspresi-ekspresi tersebut, terapis tidak hanya menjadi fasilitator permainan tetapi juga menjadi saksi budaya. Peran ini menegaskan rasa identitas dan kepemilikan Maine, membantunya memproses kompleksitas emosional saat tumbuh di antara dua dunia.
Mengembangkan rasa memiliki melalui bermain
Kisah May In menyoroti hubungan mendalam antara budaya dan kesadaran diri seorang anak. Untuk anak-anak yang mengalami pengalaman bikultural atau imigran, terapi bermain bisa lebih dari sekadar tempat yang aman. Ini membantu mereka menjembatani kedua dunia. Dengan mengulangi rutinitas, berbagi permainan yang sudah dikenal, beralih antar bahasa, dan menggunakan simbol budaya, anak-anak menentukan siapa mereka dan siapa mereka. Terapis yang menerapkan proses ini mengirimkan pesan yang kuat: Semua orang diterima di sini.
Bagi Mei Yin, ruang bermain tidak hanya diisi dengan boneka dan mainan. Diisi dengan makan malam reuni, cahaya harapan, dan kebanggaan berbagi warisannya. Ini menjadi tempat di mana dia bisa hadir sepenuhnya di Singapura dan Nigeria dan membawa budayanya dengan bangga dalam perjalanan penyembuhannya.
Terapi bermain lebih dari sekadar bermain jika menghormati budaya. Ini akan menjadi surga bagi identitas, rasa memiliki dan penyembuhan antargenerasi.
Jika Anda terinspirasi untuk mendukung anak-anak dalam membangun rasa identitas dan rasa memiliki yang serupa, jelajahi Diploma Terapi Bermain gratis dari Alison. Kursus komprehensif ini memperkenalkan dasar-dasar dan penerapan praktis terapi bermain, mendorong para pendidik, konselor, dan terapis baru untuk menggunakan permainan sebagai jembatan antara budaya, penyembuhan, dan penemuan diri.
Situs Informasi Kunci Jawaban PR semua Mata Pelajaran
Kunci Jawaban PRNews
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film
kunci jawaban
kunci jawaban brain out
kunci jawaban tebak gambar
kunci jawaban tema
kunci jawaban halaman
kunci jawaban tema 1 kelas 5
kunci jawaban tema 1 kelas 4
kunci jawaban tebak kata shopee
kunci jawaban tebak gambar level 8
kunci jawaban tebak gambar level 9
kunci jawaban matematika kelas 5
kunci jawaban tebak gambar level 4
kunci jawaban tebak gambar level 6
kunci jawaban tema 1 kelas 6
kunci jawaban matematika
kunci jawaban matematika kelas 5 halaman 75
kunci jawaban tebak gambar level 7
kunci jawaban kelas 5
kunci jawaban tema 6
kunci jawaban tema 5
kunci jawaban kelas 4
kunci jawaban tts
kunci jawaban tema 2
soal ujian kelas 6 2022 dan kunci jawaban
kunci jawaban kelas
kunci jawaban tebak gambar level 5
soal matematika kelas 5 pecahan dan kunci jawaban
kunci jawaban tema 2 kelas 5 halaman 16
kunci jawaban matematika kelas 6
kunci jawaban brain test
kunci jawaban tebak gambar level 10
kunci jawaban tema 2 kelas 6
kunci jawaban tema 9 kelas 5
kunci jawaban tebak gambar level 11
kunci jawaban tema 4
kunci jawaban tebak gambar level 3
kunci jawaban tema 2 kelas 6 halaman 3
kunci jawaban tema 3
kunci jawaban tema 2 kelas 5 halaman 54
kunci jawaban tema 1
kunci jawaban tebak gambar level 12
kunci jawaban matematika kelas 4
kunci jawaban kelas 3
kunci jawaban wow
kunci jawaban tema 3 kelas 5 halaman 23
kunci jawaban tebak gambar level 13
kunci jawaban tema 6 kelas 5 halaman 71
kunci jawaban buku tematik kelas 4 tema 1 indahnya kebersamaan
kunci jawaban tema 2 kelas 6 halaman 27
kunci jawaban tema 2 kelas 4