Apa yang kita lihat ketika kita melihat grafik harga? – Beragampengetahuan
Setiap investor melihat grafik harga saham, obligasi, indeks, dll., tapi apa sebenarnya yang kita lihat? Apa yang kita dapatkan dari grafik ini? Bagaimana hal ini mempengaruhi ekspektasi kita akan keuntungan di masa depan? Menggunakan analisis pelacakan mata Hussein Gulen dan Chen Lin Memberikan wawasan menarik yang membantu menjelaskan mengapa analisis grafik berhasil.
Analisis grafik sering kali dicemooh (terutama oleh akademisi dibandingkan praktisi) sebagai pembacaan daun teh. Hipotesis pasar efisien bentuk lemah menyatakan bahwa harga menggabungkan semua informasi yang diketahui pada waktu tertentu, sehingga harga di masa lalu tidak memiliki kekuatan prediksi mengenai masa depan. Tapi apa yang selalu saya katakan tentang teori versus dunia nyata?
Dengan menggunakan teknologi pelacakan mata modern, dua peneliti meminta 175 mahasiswa Universitas Purdue untuk melihat 40 grafik harga saham dalam urutan acak. Setiap grafik harga bersifat anonim dan berisi data selama 18 bulan. Setelah setiap putaran, siswa diminta membuat prediksi tentang return saham di masa depan.
Gambar di bawah menunjukkan contoh peta panas dan peta jangkauan. Baris atas menunjukkan dua peta panas, dengan warna yang lebih panas menunjukkan fokus mata yang lebih panjang pada titik data. Peta panas ini memberikan informasi tentang fokus perhatian. Baris bawah menunjukkan plot rentang (sisi lain dari peta panas), yang mana semakin sering subjek melihat titik data, semakin jelas datanya. Ini adalah representasi visual dari data aktual yang masuk ke otak kita dan membantu kita mengambil keputusan.
Contoh peta arti-penting

Sumber: Gulen dan Lim (2023)
Tentu saja, apa yang menjadi fokus orang dalam grafik memang memprediksi prediksi aktual mereka mengenai return di masa depan, dan eksperimen menemukan bahwa tingkat harga saham dan perubahan harga saham memainkan peran penting dalam prediksi subjek. Namun yang mengejutkan, tingkat harga saham memiliki dampak yang lebih kuat terhadap perkiraan dibandingkan tingkat pengembalian (atau pergerakan masa lalu). Hal ini dapat menjelaskan mengapa volume perdagangan sering kali melonjak secara signifikan di sekitar angka bulat, dan mengapa harga saham terkadang kesulitan untuk menembus angka bulat tersebut.
Namun contoh di atas juga menunjukkan dua hal lainnya. Pertama, ketahuilah bahwa beberapa orang lebih fokus pada titik data terbaru, sementara yang lain fokus pada keseluruhan riwayat harga. Ternyata orang-orang yang lebih fokus pada titik data terbaru cenderung membuat perkiraan yang lebih berorientasi pada tren dan didorong oleh momentum, sedangkan orang-orang yang fokus pada keseluruhan riwayat harga cenderung lebih bertolak belakang dengan perkiraan mereka.
Kedua, perhatikan bahwa sering kali terdapat banyak fokus pada titik balik dan harga tertinggi dan terendah lokal. Sementara itu, titik tengah atau periode pergerakan sideways kurang mendapat perhatian. Orang-orang memang menggunakan nilai tertinggi dan terendah terkini sebagai titik acuan mereka, dan titik acuan ini memengaruhi perkiraan mereka. Hal ini tentunya menjelaskan mengapa konsep seperti harga tertinggi dan terendah dalam 52 minggu serta level resistance dan support masuk akal dalam praktiknya. Karena ini adalah fokus sebagian besar investor di pasar, maka volume perdagangan pasar juga terkonsentrasi. Ketika level penting ini ditembus, harga saham cenderung bergerak cepat ke level harga penting berikutnya.
Namun tentu saja, semua ini tidak terjadi dalam kehidupan nyata karena pasar efisien dan analisis grafik tidak berfungsi…
Contents
investasi saham
investasi jangka pendek
investasi emas, investasi bodong, dunia investasi
, cara investasi saham, investasi reksadana, cara investasi emas, investasi bibit, investasi jangka panjang
#Apa #yang #kita #lihat #ketika #kita #melihat #grafik #harga