Bagaimana kekuatan asing, kapitalis panglima perang, dan keuangan global mengambil alih Amerika

 – Beragampengetahuan
8 mins read

Bagaimana kekuatan asing, kapitalis panglima perang, dan keuangan global mengambil alih Amerika – Beragampengetahuan

Selama beberapa dekade terakhir, kendali atas media AS telah bergeser secara dramatis dari upaya domestik menjadi upaya yang dipengaruhi oleh kekuatan asing, kepentingan keuangan global, dan generasi baru “panglima perang kapitalis” yang beroperasi melalui raksasa keuangan seperti Vanguard Group. **dan **BlackRock**. Media, yang pernah menjadi pilar demokrasi Amerika yang dilindungi, telah membuka diri terhadap kepemilikan dan pengaruh asing dengan cara yang tidak dapat diprediksi oleh sedikit orang, sehingga mengikis peraturan ketat yang pernah membuat media Amerika tetap berada di tangan Amerika. Didorong oleh perubahan legislatif dan kapitalisme global, perubahan ini menjual pola pikir Amerika—kesadaran budaya dan informasi kolektifnya—kepada kepentingan asing yang kuat, termasuk Tiongkok, Rusia, dan **Arab Saudi**.

#### Perubahan Kepemilikan Asing di FCC dan Pembukaan Pasar Media

Akar dari perubahan ini dapat ditelusuri dari perubahan peraturan yang dimulai pada tahun 1990an. Kepemilikan asing atas perusahaan media AS dibatasi sebesar **25%** berdasarkan Undang-Undang Komunikasi tahun 1934, sebuah undang-undang yang dirancang untuk melindungi keamanan nasional dan menjaga independensi media AS. Namun, pada pertengahan tahun 1990-an, di tengah gelombang globalisasi, pembatasan tersebut mulai dilonggarkan.

Pada tahun 1995, Komisi Komunikasi Federal (FCC) melonggarkan interpretasinya terhadap peraturan kepemilikan asing, sehingga memungkinkan lebih banyak investasi asing ke perusahaan telekomunikasi dan media AS. Langkah ini menandai dimulainya era di mana media Amerika yang tadinya dilindungi dengan ketat kini menjadi pasar yang lebih terbuka bagi modal global.

Reformasi yang paling signifikan adalah Undang-Undang Telekomunikasi tahun 1996 yang disahkan oleh Presiden Bill Clinton. Undang-undang ini sangat menderegulasi industri media, sehingga memungkinkan konsolidasi lebih lanjut dan memudahkan perusahaan besar untuk berkembang. Meskipun fokus utamanya adalah pada kepemilikan domestik, liberalisasi pasar media telah menjadikannya semakin menarik bagi investor asing.

#### Kapitalisme Global dan Bangkitnya Pengaruh Asing

Ketika perusahaan media tumbuh menjadi konglomerat dalam lingkungan peraturan yang baru, mereka akan memerlukan peningkatan jumlah modal untuk mendanai operasi dan ekspansi. Hal ini telah menciptakan lahan subur bagi raksasa keuangan seperti Vanguard dan BlackRock, manajer aset terbesar di dunia, untuk memainkan peran utama dalam industri ini. Perusahaan-perusahaan ini mulai mengakuisisi saham besar di perusahaan-perusahaan seperti **Disney**, **Comcast**, dan **Warner Bros. Discovery Channel**, sehingga memberikan pengaruh besar pada arah media Amerika. Namun, Vanguard dan BlackRock tidak hanya mengelola modal AS, mereka juga mengelola **modal global**.

Pemerintah dan entitas asing, terutama yang berasal dari **Tiongkok**, **Rusia**, dan **Arab Saudi**, menganggap Vanguard dan BlackRock sebagai alat yang ampuh untuk memengaruhi media AS. Dengan berinvestasi melalui perusahaan-perusahaan raksasa keuangan ini, kekuatan asing dapat memperoleh kendali yang besar (walaupun seringkali tidak langsung) atas perusahaan-perusahaan media AS. Modal-modal ini memungkinkan kekuatan asing untuk secara halus mempengaruhi konten dengan menggunakan pengaruh finansial untuk memajukan kepentingan mereka sendiri, mengendalikan narasi, dan menekan berita-berita yang tidak menyenangkan.

####Penggunaan strategis kekuatan finansial Tiongkok

Partai Komunis Tiongkok (PKT) sangat mahir dalam menggunakan kapitalisme global untuk mempengaruhi media Amerika. Melalui perusahaan milik negara seperti **Wanda Group**, **Tencent** dan **Alibaba**, Tiongkok telah banyak berinvestasi di Hollywood, berupaya untuk mengontrol tidak hanya konten tetapi juga narasi globalnya. Investasi ini tidak bersifat acak namun bersifat strategis, dirancang untuk memastikan bahwa Tiongkok terwakili secara positif dalam film dan televisi Amerika. Studio-studio Hollywood yang ingin memanfaatkan box office Tiongkok yang menguntungkan mulai melakukan sensor mandiri, menghapus konten-konten yang kritis terhadap Tiongkok dan bahkan mengubah alur cerita agar sesuai dengan kepentingan politik Tiongkok.

Pengaruh Tiongkok tidak hanya terbatas pada Hollywood. Melalui kemitraannya dengan Vanguard dan BlackRock, mereka secara tidak langsung mengendalikan lanskap media AS yang lebih luas. Karena perusahaan-perusahaan ini memegang saham besar di konglomerat media, mereka berfungsi sebagai saluran bagi modal Tiongkok, sehingga memungkinkan Partai Komunis Tiongkok untuk mendorong pengaruhnya lebih jauh ke dalam inti budaya dan informasi Amerika.

#### Rusia menggunakan media untuk keuntungan politik

Pengaruh media **Rusia** secara historis berfokus pada disinformasi dan manipulasi politik. Media seperti **RT** dan **Sputnik News** berfungsi sebagai alat yang disponsori negara untuk membentuk opini publik yang mendukung kebijakan Kremlin. Namun, Rusia juga menggunakan pengaruh finansial untuk mendapatkan pijakan di media AS. **Oligarki Rusia**, yang sering dikaitkan dengan Presiden **Vladimir Putin**, menggunakan kekayaan mereka untuk melakukan investasi strategis di industri Barat termasuk media, sering kali melalui kesepakatan ekuitas swasta.

Seperti Tiongkok, Rusia telah mengambil keuntungan dari pelonggaran pembatasan kepemilikan asing, dengan menggunakan Vanguard dan BlackRock sebagai perantara keuangan. Melalui perusahaan-perusahaan ini, modal Rusia mengalir ke perusahaan-perusahaan media AS, sehingga memungkinkan Rusia untuk secara halus mempengaruhi konten, khususnya di bidang-bidang seperti kebijakan luar negeri, energi, dan pertahanan.

#### Peran Arab Saudi yang semakin meningkat di media Barat

Di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), Arab Saudi secara agresif mengejar pengaruh di media Barat. **Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi** adalah salah satu dana kekayaan negara terbesar di dunia dengan investasi signifikan di perusahaan media dan hiburan AS. Misalnya, PIF telah berinvestasi di **Disney**, **Live Nation** dan **Endeavour**, perusahaan induk dari beberapa entitas media besar.

Investasi Saudi bukan hanya sekedar keuntungan finansial—tetapi juga merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk membentuk narasi global, terutama setelah skandal seperti pembunuhan Jamal Khashoggi. Setelah pembunuhan Khashoggi, Arab Saudi menggunakan hubungan keuangannya untuk mengendalikan pengaruh media, mengandalkan sahamnya di perusahaan-perusahaan AS untuk mempengaruhi pemberitaan dan memastikan pemberitaan dibingkai sedemikian rupa sehingga mengurangi dampak buruk terhadap rezim Saudi.

#### Perubahan di era Obama dan dorongan terakhir bagi kepemilikan asing

Ketika **Barack Obama** menjadi presiden pada **2009**, perubahan lebih lanjut terjadi pada aturan kepemilikan asing FCC. **Pada tahun 2013**, di bawah pemerintahan Obama, FCC meningkatkan batas kepemilikan asing atas pemegang lisensi penyiaran AS menjadi lebih dari 25%, asalkan investasi tersebut ditinjau dan ditentukan untuk kepentingan publik. Hal ini membuka pintu yang lebih luas bagi pemerintah dan dunia usaha asing untuk berinvestasi langsung di media AS.

Meskipun reformasi di era Obama dipandang sebagai cara untuk membantu perusahaan-perusahaan media yang kesulitan mendapatkan akses terhadap modal asing, para kritikus berpendapat bahwa reformasi tersebut sebenarnya memberikan kekuatan asing kontrol yang lebih besar terhadap narasi media AS. Ketika modal asing mengalir ke perusahaan-perusahaan AS melalui raksasa keuangan seperti Vanguard Group dan BlackRock, pengaruh Tiongkok, Rusia, Arab Saudi, dan negara-negara lain terhadap media AS terus meningkat.

#### Era kapitalisme panglima perang dan manipulasi media

Istilah “kapitalisme panglima perang” digunakan untuk menggambarkan elit keuangan yang kuat yang kini mengendalikan sejumlah besar modal global dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi industri, termasuk media. **Vanguard** dan **BlackRock** menggunakan kekuatan finansial mereka yang besar untuk bertindak sebagai panglima perang modern, bukan melalui kekerasan, tetapi melalui modal. Merekalah yang menentukan perusahaan mana yang berhasil, narasi mana yang mendominasi, dan perusahaan mana yang suaranya diperkuat. Dengan mengizinkan pemerintah asing dan rezim otoriter untuk berinvestasi melalui mereka, raksasa keuangan ini secara efektif menjual kendali atas opini publik Amerika.

Pemerintah asing, terutama rezim otoriter, menggunakan saluran ini untuk memajukan agenda politiknya, melindungi kepentingan nasionalnya, dan membungkam suara-suara kritis. Dalam lingkungan media yang mengglobal di mana modal tidak mengenal batas negara, garis kepemilikan dan pengaruh yang tadinya jelas menjadi kabur, sehingga memungkinkan kekuatan asing untuk mengubah media Amerika agar sesuai dengan kebutuhan mereka.

#### Kesimpulan: Penjualan Mindshare Amerika

Transformasi media Amerika dari industri yang dikontrol dalam negeri menjadi industri yang sangat dipengaruhi oleh kekuatan asing adalah salah satu perkembangan paling penting dan paling sedikit dipahami dalam sejarah modern. Melalui perubahan peraturan FCC, kebangkitan kapitalisme global, dan pengaruh raksasa keuangan seperti Vanguard dan BlackRock, pemerintah asing seperti **Tiongkok**, **Rusia**, dan **Arab Saudi** telah memperoleh akses yang belum pernah terjadi sebelumnya . Lanskap media Amerika.

Penjualan **opini Amerika** (kesadaran kolektif dan pengaruh budaya media Amerika) memiliki konsekuensi yang luas. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kedaulatan nasional, independensi media, dan masa depan demokrasi di saat informasi semakin dikendalikan oleh modal global dan kepentingan otoriter. Seiring dengan terus berkembangnya lanskap media, perjuangan untuk mengendalikan pikiran masyarakat Amerika masih jauh dari selesai.

nonton film



movie boxoffice

nonton film semi, film bokep, film terbaru 2023
, film bioskop terbaru, film semi korea, film bokep, film bokeh, download film, film dewasa, film horor indonesia, film semi jepang

#Bagaimana #kekuatan #asing #kapitalis #panglima #perang #dan #keuangan #global #mengambil #alih #Amerika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *