Berbicara Indonesia: Suara Kotor II o3

 – Beragampengetahuan
2 mins read

Berbicara Indonesia: Suara Kotor II o3 – Beragampengetahuan

Foto dari YouTube/@DirtyVOte

Bayangkan kembali pada bulan Februari 2024, saat jeda kampanye sebelum masyarakat Indonesia pergi ke tempat pemungutan suara, sebuah film dokumenter dirilis begitu saja di YouTube. Saat ini terdapat banyak sekali film dokumenter tentang kampanye pemilu, dan secara umum hanya menarik penonton yang terbatas.

Di sisi lain Suasana hati yang kotordisutradarai oleh jurnalis investigatif ternama Indonesia Dhandy Dwi Laksono, film ini menarik 6,4 juta perhatian dalam 48 jam pertama, sementara Dirty vote menarik setengah juta tweet di Twitter selama seminggu, dan menjadi tren secara global. Umum Suasana hati yang kotor Memiliki lebih dari 30 juta pemirsa. Jadi bisa dikatakan, Suasana hati yang kotor menjadi viral, itu bisa dikatakan lebih ringan.

Namun Suasana hati yang kotor sama sekali tidak cepat berlalu.

Di sebuah gudang besar, di depan sebuah power-point raksasa, tiga pengacara konstitusi yang terkenal di tingkat nasional, Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Maakar, sering kali mengemukakan pendapat kritis mengenai bagaimana tokoh-tokoh penting, terutama Presiden Jokowi, menggunakan semua alat negara untuk memastikan bahwa pemilu nasional tahun 2024 akan dimenangkan oleh penggantinya yang dilantik, Prabowo Subianto. Hal ini termasuk bantuan sosial, atau tunjangan kesejahteraan, penggunaan polisi untuk menekan dan mengkriminalisasi kepala desa dan tokoh oposisi, dan tentu saja keputusan Mahkamah Agung untuk membatalkan undang-undang pemilu yang memungkinkan putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, mencalonkan diri sebagai wakil presiden.

Kini tim itu kembali, dengan sekuelnya Suara Kotor II o3mereka di sini lagi untuk secara metodis melakukan konsolidasi rezim Prabowo.

Tamu saya hari ini adalah Suasana hati yang kotor pemateri, Dr Zainal Arifin Maakar, guru besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM). Setelan Zainal pernah terlibat dalam pendirian dan kepemimpinan sejumlah pusat penelitian, antara lain Pukat Korupsi UGM, Pusat Kajian Anti Korupsi, Caksana Institute, dan Masyarakat Hukum Administrasi. Ia juga menjabat sebagai Dewan Kemitraan untuk Reformasi Tata Pemerintahan dan telah memenangkan berbagai penghargaan selama karirnya, termasuk Penghargaan Konstitusi Muhammad Yamin pada tahun 2016 dan Penulis Hukum Tata Negara Terbaik Mahkamah Konstitusi pada tahun 2018.

Anda dapat menemukannya Suara Kotor II o3 Di Sini.

Pada tahun 2025, podcast Talking Indonesia akan dipandu oleh D, Dr. Jacqui Baker dari Murdoch University, Dr. Jemma Purdey dari Australia-Indonesia Centre, Dr. Elisabeth Kramer dari University of New South Wales, Tito Ambyo dari RMIT, dan Dr. Clara Siagian dari University of College London.

Contents

indonesian podcast



aplikasi podcast

podcast, podcast adalah, apa itu podcast, google podcast, arti podcast, podcast artinya, logo podcast, podcast spotify, background podcast, beragampengetahuan podcast, studio podcast
, cara membuat podcast di spotify

#Berbicara #Indonesia #Suara #Kotor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *