Cara Mengihtung HPP Dengan Mudah – Beragampengetahuan.com
10 mins read

Cara Mengihtung HPP Dengan Mudah – Beragampengetahuan.com

Bisabusiness.id – Harga pokok penjualan (HPP) atau harga pokok penjualan (HPP) mungkin adalah salah satu istilah akuntansi yang paling penting yang perlu diketahui oleh pemilik bisnis.

Contents

Berapa harga pokok penjualan, bagaimana cara menghitungnya dan contoh perhitungannya?

HPP mencakup semua biaya langsung yang terlibat dalam pembuatan produk. Memahami cara mengelola HPP dan komponennya akan memudahkan Anda menjalankan bisnis sebagai pemilik bisnis.

Jadi, apakah itu harga pokok penjualan atau COGS?

Berapa harga pokok penjualan (HPP)?

Jika pendapatan mewakili total penjualan produk dan layanan perusahaan, COGS adalah total biaya produksi atau perolehan produk tersebut.

H.P.P.P.P.P.I.

Dalam menentukan HPP, perusahaan harus menerapkan prinsip harga pokok. Pernyataan ini memberikan hubungan antara biaya yang terlibat dan rumus yang sesuai untuk menghitung HPP.

Lagi pula, harga pokok penjualan adalah komponen kunci dalam menentukan dua metrik bisnis penting: laba kotor dan margin kotor perusahaan.

Laba kotor diperoleh dengan mengurangkan COGS dari pendapatan dan laba kotor dibagi dengan pendapatan.

Semakin tinggi HPP perusahaan, semakin rendah laba kotornya. Jadi H.P.P. Ini adalah konsep penting yang kita pahami.

HPP, terkadang disebut “harga pokok penjualan”, ada di laporan laba rugi perusahaan, di bawah garis pendapatan.

HPP mencakup semua biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk yang ditawarkan oleh suatu perusahaan.

Cara menghitung harga pokok penjualan (HPP).

Orang yang bekerja di bidang akuntan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, HPP.

Rumus HPP terdiri dari tiga variabel, persediaan awal, pembelian, dan persediaan akhir.

Di bawah ini adalah rumus umum HPP yang harus diketahui akuntan.

(Persediaan Awal + Pembelian) – Persediaan Akhir = HPP

Lalu bagaimana cara menghitung HPP yang benar? Coba empat langkah ini.

  • Identifikasi persediaan awal bahan baku, kemudian barang dalam proses dan barang jadi, berdasarkan total akhir periode sebelumnya.
  • Tentukan biaya pembelian bahan baku tepat waktu, dengan memperhitungkan diskon pengiriman, perdagangan, dan tunai.
  • Jangan lupa untuk menentukan saldo persediaan akhir. Ini biasanya dilakukan berdasarkan jumlah siklus fisik dan metode persediaan yang disukai perusahaan.
  • Pastikan bahwa biaya produksi langsung lainnya dimasukkan dalam estimasi persediaan.

Agar lebih mudah Anda pahami, berikut adalah contoh cara menghitung harga pokok penjualan:

Perusahaan X menjual meja dapur terbaik kepada pelanggan. Di tahun Per 1 Januari 2019, perseroan telah menempatkan lima meja dalam persediaannya masing-masing seharga Rp. 1.000.000. Kemudian, selama periode tersebut, Perusahaan X membeli tambahan 10 meja dari pemasok.

Pada tanggal 31 Desember 2019, Perusahaan X menghitung tiga meja yang tidak terjual di gudangnya.

Inilah cara perusahaan menghitung HPP:

HPP = (Bahan Persediaan + Pembelian) – Persediaan akhir

= (Rp5.000.000 + Rp10.000.000) – Rp. 3.000.000

= Rp. 15.000.000 – Rp. 3.000.000

= Rp 12.000.000

Contoh di atas adalah cara perhitungan sederhana, ini adalah rumus sederhana yang Anda gunakan untuk menghitung harga pokok penjualan untuk bisnis Anda. Apakah Anda yakin dapat menghitung berapa lama waktu yang diperlukan bisnis Anda untuk mengembalikan investasi dengan investasi ini? Penting untuk mengukur apakah bisnis Anda benar-benar menjanjikan atau tidak

Cara menghitung harga pokok penjualan juga bisa dilakukan dengan aplikasi. Aplikasi akuntansi online yang bagus biasanya memiliki fitur untuk menghitung laporan keuangan dan pengeluaran secara otomatis.

Informasi Seputar Pengetahuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *