Kenaikan upah minimum memicu kekhawatiran baru mengenai pengangguran di Afrika Selatan

 – Beragampengetahuan
3 mins read

Kenaikan upah minimum memicu kekhawatiran baru mengenai pengangguran di Afrika Selatan – Beragampengetahuan

Kekhawatiran baru mengenai potensi hilangnya lapangan kerja di Afrika Selatan muncul setelah pemerintah federal menyetujui patokan upah minimum nasional yang baru, sebuah perkembangan yang memicu kembali perdebatan di antara para pemimpin buruh, ekonom dan pengusaha mengenai rapuhnya keseimbangan antara kesejahteraan pekerja dan pertumbuhan lapangan kerja.

Menteri Ketenagakerjaan dan Tenaga Kerja, Nomakhosazana Meth, mengumumkan pada 3 Februari 2026 bahwa batas upah menurut undang-undang akan dinaikkan sebesar 5% dari R28,79 per jam menjadi R30,23 per jam mulai 1 Maret. Kenaikan R1,44 dihitung menggunakan Indeks Harga Konsumen ditambah 1,5% dan sejalan dengan rekomendasi Komisi Upah Minimum Nasional.

Menteri mengatakan penyesuaian tersebut bertujuan untuk meningkatkan pendapatan pekerja dari kelompok rentan, termasuk pekerja pertanian dan pekerja rumah tangga. Dia menekankan bahwa berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan yang ada, pengusaha memiliki kewajiban hukum untuk mematuhinya, dan penerapannya dipantau oleh Kementerian Ketenagakerjaan dan Perburuhan serta Komisi Konsiliasi, Konsiliasi dan Arbitrase, yang keduanya memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi kepada pelanggar.

Namun tanggapan dari kelompok buruh dan bisnis yang terorganisir menunjukkan bahwa upah baru ini membuka celah baru dalam perekonomian paling maju di Afrika. Serikat Pekerja Industri Umum Australia Selatan percaya bahwa meskipun upah meningkat, angka tersebut masih jauh di bawah upah layak, dan memperkirakan bahwa pekerja masih menghadapi defisit bulanan sekitar R2,000 untuk memenuhi kebutuhan dasar. Serikat pekerja menuntut gaji bulanan minimum sebesar R15.000.

Di sisi lain, pengusaha memperingatkan bahwa persyaratan upah yang lebih tinggi dapat menghambat perekrutan, terutama bagi pekerja muda dan berketerampilan rendah yang sudah mengalami kesulitan memasuki pasar tenaga kerja. Para pemimpin bisnis telah memperingatkan bahwa perusahaan-perusahaan kecil dengan keuntungan yang sangat kecil mungkin terpaksa mengurangi staf atau menunda perekrutan.

Analis ekonomi juga mempertimbangkan diskusi tersebut. Ekonom terkenal Thomas Sowell telah lama berpendapat bahwa upah minimum, meskipun dirancang untuk meningkatkan pendapatan, secara tidak sengaja dapat mengecualikan pekerja yang rentan dari pekerjaan, dan mencatat bahwa ketika biaya tenaga kerja naik melebihi tingkat produktivitas, peluang kerja cenderung menurun.

Gerhard Papenfus dari National Employers Association of South Australia menyatakan keprihatinan serupa, menggambarkan kebijakan tersebut sebagai potensi “penghalang lapangan kerja” dan mendesak pihak berwenang untuk memprioritaskan reformasi yang mendukung pertumbuhan yang akan memacu investasi dan menciptakan lapangan kerja.

Para pemangku kepentingan di bidang pertanian juga sama kecewanya. Kelompok petani AgriSA telah memperingatkan bahwa kenaikan upah di atas inflasi dapat mengancam kelangsungan pertanian, terutama ketika produsen bergulat dengan kenaikan biaya input dan wabah penyakit yang mempengaruhi ternak.

Kontroversi ini menyoroti tantangan struktural yang lebih luas. Dengan tingkat pengangguran yang masih termasuk tertinggi di dunia, khususnya di kalangan generasi muda, keputusan pasar tenaga kerja mempunyai konsekuensi politik dan ekonomi yang serius. Para pengambil kebijakan kini menghadapi ujian yang sulit: apakah menaikkan upah sesuai undang-undang dapat melindungi masyarakat berpenghasilan rendah tanpa memperburuk pengangguran di tengah perekonomian yang sudah tertekan.

Ketika penerapannya dimulai pada bulan Maret, para analis mengatakan ukuran keberhasilan sebenarnya akan bergantung pada apakah pihak berwenang dapat memperluas kesempatan kerja di seluruh negeri sambil mempertahankan pertumbuhan upah.

berita dunia



berita dunia hari ini

berita dunia terkini, berita viral dunia, berita bola dunia
, berita terbaru hari ini di seluruh dunia, berita terkini dunia, berita sepakbola dunia, berita dunia terbaru, berita dunia internasional

#Kenaikan #upah #minimum #memicu #kekhawatiran #baru #mengenai #pengangguran #Afrika #Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *