Para pejabat mengatakan 12 mayat ditemukan di luar Guatemala City terkait dengan kekerasan geng – Beragampengetahuan
Setidaknya 12 jenazah ditemukan di kawasan hutan di pinggiran Kota Guatemala selama tiga hari, kata pihak berwenang pada Minggu, menghubungkan penemuan tersebut dengan kekerasan geng.
Mayat-mayat tersebut dibuang di tempat di mana penjahat sering membuang mayatnya, demikian laporan petugas pemadam kebakaran dan media lokal. Juru bicara pemadam kebakaran Hans Lemus mengatakan kepada wartawan bahwa dua mayat ditemukan pada hari Jumat dan tiga mayat serta kerangka manusia ditemukan pada hari Sabtu.
Pada hari Minggu, pihak berwenang dengan bantuan anjing pencari dan penyelamat menemukan sisa-sisa enam orang lainnya, serta mayat yang terbungkus seprai dan kantong plastik, kata Rhimes.
Kementerian dalam negeri mengatakan dalam suratnya kepada wartawan bahwa pembunuhan itu mungkin terkait dengan geng yang berebut wilayah.
Penemuan mengerikan ini terjadi seminggu setelah Presiden Guatemala Bernardo Arevalo mengumumkan keadaan darurat di Guatemala barat dan sehari setelah orang-orang bersenjata menyerang sebuah pos militer dan kantor polisi, memutus jalan dan membajak bus, menewaskan sedikitnya lima orang, The Associated Press melaporkan.
Arevalo mengatakan geng-geng tersebut, yang terkait dengan perdagangan narkoba, menimbulkan ancaman bagi komunitas lokal, dan “komunitas ini tidak sendirian.”
Guatemala dilanda kekerasan kriminal, yang terutama disebabkan oleh Barrio 18 Dan Marla Salvatrucha (MS-13) Geng tersebut dianggap sebagai organisasi teroris oleh negara-negara Amerika Tengah dan Amerika Serikat.
Geng Barrio 18 dan MS-13 adalah geng saingan yang bersaing untuk menguasai wilayah di Guatemala dengan memeras pemilik toko, pekerja transportasi, dan warga sipil. Pihak berwenang mengatakan pada musim panas ini Sedikitnya tujuh orang tewas ketika anggota geng bersenjata menyerbu pemakaman anggota Barrio 18.
Pada bulan Oktober, tim penyelamat menemukan sembilan mayat di bawah jembatan di kota Palencia dekat ibu kota.
Pihak berwenang Guatemala mengatakan hampir separuh kekerasan di negara itu dilakukan oleh pengedar narkoba dan anggota geng. Tahun lalu, tingkat pembunuhan di negara ini adalah 16,1 per 100.000 penduduk, lebih dari dua kali lipat rata-rata global.
berita dunia
berita dunia hari ini
berita dunia terkini, berita viral dunia, berita bola dunia
, berita terbaru hari ini di seluruh dunia, berita terkini dunia, berita sepakbola dunia, berita dunia terbaru, berita dunia internasional
#Para #pejabat #mengatakan #mayat #ditemukan #luar #Guatemala #City #terkait #dengan #kekerasan #geng