Tiongkok memangkas suku bunga pinjaman acuan sebesar 25 basis poin

 – Beragampengetahuan
3 mins read

Tiongkok memangkas suku bunga pinjaman acuan sebesar 25 basis poin – Beragampengetahuan

Bank sentral Tiongkok pada hari Senin memberikan uang tunai selama 14 hari ke sistem perbankan dengan suku bunga yang lebih rendah untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan, menandakan niatnya untuk lebih melonggarkan kondisi moneter.

Jiang Qiming|Layanan Berita China|Getty Images

Tiongkok pada hari Senin memangkas suku bunga pinjaman acuan utama sebesar 25 basis poin setiap bulan.

Bank Rakyat Tiongkok mengatakan bahwa suku bunga pinjaman (LPR) satu tahun telah diturunkan menjadi 3,1%, dan suku bunga pinjaman lima tahun (LPR) telah diturunkan menjadi 3,6%.

LPR satu tahun mempengaruhi pinjaman korporasi dan sebagian besar pinjaman rumah tangga di Tiongkok, sedangkan LPR lima tahun adalah acuan suku bunga hipotek.

Langkah itu sudah diduga. Pan Gongsheng, gubernur Bank Rakyat Tiongkok, mengatakan pada sebuah forum di Beijing pada hari Jumat bahwa suku bunga pinjaman acuan preferensial akan dipotong sebesar 20 hingga 25 basis poin.

Ban Ki-moon juga mengatakan di forum tersebut bahwa rasio cadangan simpanan bank dapat dikurangi 25 hingga 50 basis poin sebelum akhir tahun, tergantung pada rasio cadangan simpanan bank. Kondisi likuiditas.

Pan juga menegaskan, suku bunga reverse repo 7 hari akan diturunkan sebesar 20 basis poin dan suku bunga fasilitas pinjaman jangka menengah akan diturunkan sebesar 30 basis poin.

Shane Oliver, kepala strategi investasi dan kepala ekonom AMP, mengatakan meskipun penurunan suku bunga pinjaman memang sudah diperkirakan, namun hal ini menegaskan bahwa stimulus moneter setidaknya “terjadi dalam jumlah yang signifikan di Tiongkok”. Namun, ia mencatat bahwa pemotongan belanja saja tidak akan cukup untuk meningkatkan perekonomian negara dan menegaskan kembali seruan untuk lebih banyak stimulus fiskal.

“Biaya uang, jumlah uang beredar bukanlah masalah sebenarnya di Tiongkok. Masalah sebenarnya adalah kurangnya permintaan, itulah sebabnya saya pikir stimulus fiskal sangat penting,” tambahnya.

Zhang Zhiwei, presiden dan kepala ekonom Pindian Asset Management, mengatakan suku bunga riil Tiongkok masih “terlalu tinggi” meskipun ada penurunan suku bunga baru-baru ini. “Dengan turunnya suku bunga The Fed, saya memperkirakan penurunan suku bunga akan lebih banyak lagi di tahun depan.”

Bulan lalu, Bank Rakyat Tiongkok menurunkan rasio persyaratan cadangan sebesar 50 basis poin. Langkah ini dilakukan ketika Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) meluncurkan serangkaian langkah-langkah dukungan yang bertujuan menopang ekonomi terbesar kedua di dunia, yang menghadapi krisis perumahan yang berkepanjangan dan lemahnya kepercayaan konsumen.

Tiongkok mengejutkan pasar pada bulan Juli dengan memangkas suku bunga pinjaman jangka pendek dan jangka panjang.

Pekan lalu, Tiongkok mengumumkan bahwa PDB kuartal ketiganya tumbuh 4,6% tahun-ke-tahun, sedikit lebih baik dari perkiraan. Data lain yang dirilis pada hari Jumat, termasuk penjualan ritel dan produksi industri untuk bulan September, juga melebihi ekspektasi, sebuah tanda harapan bagi lesunya perekonomian negara tersebut.

—Evelyn Cheng dari beragampengetahuan berkontribusi pada laporan ini.

Contents

berita dunia



berita dunia hari ini

berita dunia terkini, berita viral dunia, berita bola dunia
, berita terbaru hari ini di seluruh dunia, berita terkini dunia, berita sepakbola dunia, berita dunia terbaru, berita dunia internasional

#Tiongkok #memangkas #suku #bunga #pinjaman #acuan #sebesar #basis #poin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *