Bisakah kopi membantu kesehatan usus? Penelitian baru menunjukkan hal itu. – Beragampengetahuan
Penelitian yang dipublikasikan di Nature Microbiology pada tahun 2024 menunjukkan hubungan menarik antara konsumsi kopi dan kesehatan usus, khususnya melalui dampaknya terhadap bakteri usus, Lawsonibacter asaccharolyticus atau L. asaccharolyticus.
Contents
Bagaimana penelitian terhadap kopi dan L. asaccharolyticus dilakukan?
Studi ini menganalisis data mikrobioma usus dari 22.867 peserta di AS dan Inggris, ditambah dengan kumpulan data publik termasuk 54.198 individu dari 211 kelompok di seluruh dunia.
Apa yang terungkap dari penelitian ini?
Penelitian menunjukkan hubungan yang kuat dan konsisten antara konsumsi kopi dan kelimpahan L. asaccharolyticus di mikrobioma usus.
Peminum kopi memiliki tingkat bakteri ini lebih tinggi secara signifikan, dengan peningkatan 4,5 hingga 8 kali lipat pada mereka yang banyak mengonsumsi kopi dibandingkan mereka yang tidak.
Korelasi ini kuat pada populasi yang berbeda dan tidak tergantung pada apakah kopi tersebut mengandung kafein atau tanpa kafein.
Hal ini menunjukkan bahwa senyawa selain kafein, seperti polifenol seperti asam klorogenat dan asam quinic, mungkin memainkan peran penting dalam merangsang pertumbuhan L. asaccharolyticus.
Lebih lanjut, terungkap bahwa peminum kopi memiliki kadar metabolit spesifik yang lebih tinggi, termasuk asam kuinat dan trigonelin, yang sangat terkait dengan keberadaan L. asaccharolyticus. Menariknya, efek kopi pada mikrobioma usus sebagian besar tidak bergantung pada kafein, sehingga menyoroti peran senyawa bioaktif lain dalam kopi dibandingkan kafein itu sendiri.
Mengapa L. asaccharolyticus penting untuk kesehatan usus?
Penelitian ini menambah semakin banyak bukti bahwa kopi lebih dari sekedar panggilan untuk membangunkan di pagi hari; itu secara aktif membentuk mikrobiota usus.
Temuan ini sangat penting karena menyoroti L. asaccharolyticus penting dalam meningkatkan pencernaan dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.
Jadi, dengan meningkatkan jumlah bakteri menguntungkan seperti L. asaccharolyticus, kopi dapat membantu mendukung lingkungan usus yang lebih sehat.
Dampak kopi terhadap mikrobioma usus tidak hanya disebabkan oleh kafein. Polifenol seperti asam klorogenat dan asam quinic, keduanya banyak terkandung dalam kopi, mungkin merupakan kontributor utama dan diubah oleh bakteri usus menjadi zat bioaktif yang memberikan manfaat kesehatan lebih lanjut.
Meskipun dampak kopi terhadap mikrobioma cukup menjanjikan, namun moderasi tetap menjadi kuncinya. Mengonsumsi kopi terlalu banyak dapat menimbulkan efek samping, seperti peningkatan keasaman atau ketidaknyamanan saluran cerna. Bagi kebanyakan orang, menikmati satu hingga tiga cangkir sehari adalah cara yang aman dan bermanfaat untuk mendukung kesehatan usus.
Filosofi Kopi
kopi dekat sini, kopi kenangan, kedai kopi, filosofi kopi, kopi dangdut lirik, warung kopi, kopi terdekat, kopi hitam, kopi janji jiwa, kopi
#Bisakah #kopi #membantu #kesehatan #usus #Penelitian #baru #menunjukkan #hal #itu