Microsoft mengembangkan model kecerdasan buatan yang dapat meniru suara manusia

 – Beragampengetahuan
2 mins read

Microsoft mengembangkan model kecerdasan buatan yang dapat meniru suara manusia – Beragampengetahuan

Seiring kemajuan kecerdasan buatan (AI), Microsoft telah meluncurkan model AI yang mampu mensimulasikan suara manusia. Generator text-to-speech, yang disebut VALL-E 2, dapat mereplikasi ucapan hanya dengan menggunakan klip audio pendek.

VALL-E 2 diharapkan dapat dilatih melalui metode yang disebut zero-shot learning, yaitu penguasaan konsep tanpa terlebih dahulu diberikan contoh. Pengembang di Microsoft Research mengatakan VALL-E 2 dapat menghasilkan ucapan yang autentik dan nyata, serupa dengan suara pembicara aslinya, sehingga mencapai tingkat kinerja seperti manusia. Model AI juga mampu menyusun kalimat dan frasa yang kompleks.

Alat ini memanfaatkan pengambilan sampel yang sadar akan pengulangan dan pemodelan kode yang dikelompokkan, dua kemampuan utama yang diuraikan oleh para peneliti Microsoft. Pengambilan sampel berulang menangani penanda berulang, yang merupakan unit data terkecil yang diproses oleh model bahasa, membantu AI memahami bahasa manusia kata demi kata dan menghindari suara atau frasa berulang selama proses decoding.

Oleh karena itu, hal ini meningkatkan variabilitas ucapan dan kealamian sistem. Sebaliknya, pemodelan kode yang dikelompokkan membantu menyederhanakan pemrosesan token model untuk memberikan hasil lebih cepat. Microsoft mengklaim bahwa VALL-E 2 menandai terobosan dalam meniru suara manusia. Namun, masih terjadi peningkatan “voice phishing,” sebuah penipuan yang dilakukan penjahat dengan menyamar sebagai orang yang dapat dipercaya melalui telepon, sehingga menimbulkan potensi risiko termasuk ancaman keamanan nasional. Mengingat kekhawatiran ini, Microsoft telah mengklarifikasi bahwa VALL-E 2 masih merupakan upaya penelitian dan tidak akan dipublikasikan di masa mendatang.

Perusahaan bertujuan untuk menghindari produksi VALL-E 2 atau memperluas akses publik, dengan alasan potensi risiko yang terkait dengan penerapannya. Praktik kecerdasan buatan Microsoft menghadapi pengawasan yang lebih ketat, terutama terkait masalah antimonopoli dan privasi data.

Regulator telah menyatakan kegelisahannya atas investasi besar-besaran Microsoft di OpenAI, yang memberikan raksasa teknologi itu kendali besar atas startup tersebut. Untuk mengatasi kekhawatiran ini, Microsoft bermaksud menjadikan VALL-E 2 hanya sebagai proyek penelitian.

Contents

berita dunia



berita dunia hari ini

berita dunia terkini, berita viral dunia, berita bola dunia
, berita terbaru hari ini di seluruh dunia, berita terkini dunia, berita sepakbola dunia, berita dunia terbaru, berita dunia internasional

#Microsoft #mengembangkan #model #kecerdasan #buatan #yang #dapat #meniru #suara #manusia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *