9 mins read

Sepuluh kesalahan fatal yang dilakukan trader dan cara menghindarinya – Beragampengetahuan

Dalam dunia trading, orang mungkin berasumsi bahwa dengan banyaknya grafik yang canggih, analisis fundamental yang komprehensif, dan pengalaman aksi harga yang mendalam, sebagian besar trader akan mendapatkan keuntungan. Namun fakta yang mengkhawatirkan adalah mayoritas trader tidak berhasil. Sebaliknya, mereka berkontribusi terhadap keuntungan kelompok minoritas yang menguasai seni perdagangan. Bahkan perusahaan yang tampaknya sukses seperti Amaranth Advisors dan Long-Term Capital Management pernah mengalami kegagalan besar. Pedagang individu, seperti Victor Niederhofer, yang pernah dipandang sebagai ahli pasar, mengalami penurunan yang signifikan, dan menghapus akun mereka beberapa kali. Selain itu, sebagian besar pengelola keuangan profesional gagal mengungguli indeks acuan yang ingin mereka kalahkan.

Mengapa hal ini terjadi? Jika kesuksesan dalam trading hanyalah soal kecerdasan, maka trader dengan IQ tertinggi akan menjadi yang terkaya. Jika ini hanya soal keterampilan membuat grafik, mereka yang memiliki grafik lebih kompleks akan mendominasi pasar. Namun kenyataannya jauh lebih kompleks. Berikut adalah sepuluh kesalahan kritis yang dilakukan oleh trader yang salah arah yang sering menyebabkan kejatuhan mereka, dan menjadi kontributor bagi trader yang lebih terampil.

Contents

1. Kurangnya rencana perdagangan

Rencana perdagangan yang terdefinisi dengan baik sangat penting bagi setiap pedagang. Rencana ini harus mencakup titik masuk dan keluar yang jelas serta ukuran posisi sebelum melakukan perdagangan apa pun. Trading tanpa rencana akan menghasilkan hasil yang acak. Meskipun keberuntungan dapat menghasilkan keuntungan sementara, keuntungan ini sering kali hanya berumur pendek dan pada akhirnya akan kembali ke pemilik sahnya. Misalnya saja kasus seorang trader yang memasuki pasar tanpa rencana, dan mengambil keputusan berdasarkan perasaan batinnya. Pada awalnya, mereka mungkin mendapat untung, namun pada akhirnya, kurangnya strategi akan menyebabkan hasil dan kerugian yang tidak konsisten.

2. Kurangnya keunggulan

Agar trader bisa mendapatkan keuntungan secara konsisten, mereka harus memiliki keunggulan. Keuntungan ini berasal dari disiplin, pekerjaan rumah yang menyeluruh mengenai aksi harga historis, dan kontrol emosional. Misalnya, pedagang yang mempelajari tren pasar, pola, dan pergerakan harga di masa lalu dengan cermat dapat mengidentifikasi peluang perdagangan dengan probabilitas tinggi. Keuntungan juga bisa datang dari wawasan unik atau keterampilan analisis teknis tingkat lanjut yang memberikan keunggulan bagi trader dibandingkan yang lain. Tanpa keuntungan ini, trading menjadi serupa dengan perjudian, di mana peluangnya besar bagi trader.

3. Perdagangan berlebihan

Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan trader adalah melakukan trading dengan volume terlalu banyak. Situasi besar memperkuat emosi dan memutarbalikkan penilaian dan alasan. Mereka juga meningkatkan dampak kerugian finansial dan emosional. Misalnya, seorang trader yang mempertaruhkan sebagian besar modalnya pada satu perdagangan mungkin akan menghadapi kerugian besar jika perdagangan tersebut merugikannya. Memilih ukuran perdagangan yang tepat memastikan bahwa tidak ada satu perdagangan pun yang membahayakan gaya hidup atau karier trader. Penting untuk mengelola risiko dengan mengalokasikan hanya sebagian kecil modal pada satu perdagangan.

4. Kurangnya disiplin

Saat pasar dibuka, trader harus mempunyai disiplin untuk tetap berpegang pada rencana trading yang telah ditentukan. Sistem ini, betapapun efektifnya, akan gagal jika trader tidak mengikutinya secara konsisten. Misalnya, seorang pedagang mungkin mengembangkan strategi perdagangan yang kuat selama jam non-pasar, namun jika ia gagal menerapkannya selama perdagangan langsung karena dorongan atau gangguan emosional, efektivitas strategi tersebut akan hilang. Disiplin adalah landasan kesuksesan trading, memastikan bahwa trader tetap berpegang pada rencana mereka dan menghindari keputusan yang terburu-buru.

5. Keinginan untuk menjadi benar

Bagi banyak trader, kebutuhan untuk menjadi benar seringkali melebihi keinginan untuk menghasilkan uang. Mentalitas ini mengarah pada perilaku yang tidak rasional, seperti membiarkan perdagangan yang merugi dimulai dengan harapan bahwa perdagangan tersebut pada akhirnya akan menghasilkan keuntungan. Contohnya, seorang trader yang mempertahankan posisi merugi, dan menolak menerima bahwa ia telah melakukan kesalahan, dapat mengalami kerugian yang signifikan karena pasar terus bergerak berlawanan dengan dirinya. Mengakui kesalahan dan mengurangi kerugian dengan cepat sangat penting untuk menjaga modal dan menghindari penarikan dalam jumlah besar.

6. Takut akan keuntungan kembali

Ketakutan kehilangan keuntungan kecil dapat menghalangi pedagang untuk mengambil keuntungan dari kemenangan perdagangan yang lebih besar. Seringkali, sebagian besar profitabilitas berasal dari beberapa perdagangan penting. Keluar dari perdagangan yang menguntungkan sebelum waktunya karena takut kehilangan keuntungan kecil dapat mengakibatkan hilangnya peluang untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Misalnya, seorang pedagang yang menjual saham setelah kenaikan kecil mungkin kehilangan pergerakan naik yang signifikan, sehingga membatasi profitabilitasnya secara keseluruhan. Penting untuk membiarkan perdagangan yang menang berlanjut sampai ada alasan kuat untuk keluar.

7. Abaikan stop loss

Kegagalan dalam mematuhi stop loss awal dapat mengubah kerugian kecil menjadi kerugian besar. Kerugian besar seringkali menjadi alasan utama tidak menghasilkan keuntungan. Banyak sistem perdagangan yang efektif menjadi menguntungkan hanya dengan menghilangkan kerugian besar dari hasilnya. Misalnya, seorang trader yang memindahkan stop lossnya lebih jauh untuk menghindari kerugian mungkin akan mengalami kerugian yang jauh lebih besar jika pasar terus bergerak berlawanan dengannya. Mematuhi stop loss yang telah ditentukan sebelumnya membantu mengelola risiko dan menjaga modal.

8. Tidak mempersiapkan acara angsa hitam

Trader yang tidak memperhitungkan kejadian di luar kurva lonceng yang terkenal bisa menghadapi kehancuran. Peristiwa tak terduga yang disebut angsa hitam bisa dan memang terjadi. Lindung nilai, penghentian kerugian, dan penentuan posisi yang tepat bertindak sebagai polis asuransi terhadap risiko mendadak tersebut. Mari kita lihat krisis finansial yang terjadi pada tahun 2008, yang mengejutkan banyak trader. Mereka yang mengambil langkah-langkah untuk memitigasi risiko mampu bertahan, sementara yang lain menghadapi kerugian besar. Mempersiapkan diri menghadapi hal-hal tak terduga sangat penting untuk mempertahankan profitabilitas jangka panjang.

9. Kesombongan

Kebanggaan atau kesombongan yang berlebihan dapat menyebabkan trader mengambil keputusan yang berakibat fatal. Terlalu percaya diri dapat menyebabkan trader mengambil risiko berlebihan, mengabaikan tanda peringatan, atau menyimpang dari rencana tradingnya. Misalnya, seorang trader yang percaya bahwa dirinya sempurna mungkin mengabaikan prinsip-prinsip manajemen risiko, sehingga mengakibatkan kerugian yang signifikan. Kerendahan hati dan kemauan untuk menerima kesalahan adalah sifat penting untuk kesuksesan perdagangan jangka panjang.

10. Harapan pribadi

Mengandalkan ekspektasi pribadi tidak ada gunanya dalam trading karena masa depan tidak pasti. Tidak peduli seberapa kuat keyakinan seorang trader, pasar dapat bergerak dengan cara yang tidak terduga. Misalnya, seorang trader yang mengambil keputusan hanya berdasarkan ekspektasinya terhadap pergerakan pasar di masa depan mungkin akan mengalami kerugian yang signifikan jika pasar berperilaku berbeda. Sebaliknya, trader sukses fokus pada pergerakan harga dan tren pasar, beradaptasi dengan perubahan kondisi daripada mencoba memprediksi masa depan.

Ciri-ciri umum trader sukses

Trader jangka panjang yang sukses memiliki banyak karakteristik yang sama. Mereka mengikuti rencana perdagangan mereka dengan cermat dan mempertahankan keunggulan atas mayoritas pelaku pasar. Manajemen risiko dan pelestarian modal adalah prioritas utama mereka. Mereka mengikuti arus aksi harga daripada mencoba memprediksi pergerakan pasar. Selain itu, mereka dengan cepat mengakui kesalahan mereka dan terus berusaha untuk belajar dan meningkatkan keterampilan mereka.

Contoh dunia nyata

Konsultan Bayam

Amaranth Advisors adalah dana lindung nilai multi-strategi yang bangkrut pada tahun 2006 karena kerugian besar di masa depan gas alam. Kejatuhan IMF terutama disebabkan oleh pengambilan risiko yang berlebihan dan manajemen risiko yang buruk. Brian Hunter, kepala pedagang di Amaranth, membuat taruhan besar pada harga gas alam, yang merugikan dirinya, sehingga mengakibatkan kerugian lebih dari $6 miliar. Contoh ini menyoroti pentingnya penentuan ukuran posisi dan manajemen risiko yang tepat dalam perdagangan.

Manajemen Modal Jangka Panjang (LTCM)

LTCM adalah dana lindung nilai yang menggunakan model matematika kompleks untuk mengeksploitasi inefisiensi pasar. Meskipun awalnya sukses, dana tersebut bangkrut pada tahun 1998 karena kombinasi leverage yang tinggi dan kejadian pasar yang tidak terduga. Runtuhnya LTCM disebabkan oleh krisis keuangan Rusia yang menimbulkan kerugian besar. Kegagalan IMF menggarisbawahi perlunya mempertimbangkan kejadian-kejadian angsa hitam dan mempertahankan strategi lindung nilai yang memadai.

Victor Niederhofer

Victor Niederhofer, manajer dana lindung nilai terkemuka, telah menderita banyak kerugian besar selama kariernya. Pada tahun 1997, dananya ambruk setelah bertaruh pada saham Thailand menjelang krisis keuangan Asia. Ketidakmampuan Niederhofer dalam mengelola risiko dan terlalu percaya diri terhadap strateginya menyebabkan kejatuhannya. Kisahnya menggambarkan bahaya keangkuhan dan peran penting manajemen risiko dalam perdagangan.

Data statistik

  • Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Asosiasi Administrator Sekuritas Amerika Utara (NASAA), sekitar 70% pedagang ritel kehilangan uang setiap kuartal.
  • Sebuah laporan dari Otoritas Sekuritas dan Pasar Eropa (ESMA) menemukan bahwa, rata-rata, pedagang ritel kehilangan sekitar 89% dari investasi awal mereka.
  • Otoritas Regulasi Industri Keuangan (FINRA) menyoroti bahwa sebagian besar pedagang harian mengalami kerugian, dan hanya sekitar 10% yang mencapai profitabilitas jangka panjang.

Kesimpulan

Trading adalah usaha sulit yang membutuhkan lebih dari sekedar kecerdasan atau keterampilan teknis. Hal ini memerlukan rencana yang jelas, disiplin, pengendalian emosi, dan manajemen risiko yang efektif. Dengan menghindari sepuluh kesalahan fatal di atas, trader dapat meningkatkan peluang kesuksesan mereka dan bergabung dalam kelompok minoritas yang menghasilkan keuntungan. Ingat, trader sukses terus belajar, mengadaptasi, dan menyempurnakan strategi mereka untuk menavigasi lanskap pasar yang terus berubah.

aplikasi trading terbaik



Robot Trading

trading, trading adalah, trading view, trading forex, robot trading, apa itu trading, trading saham, belajar trading, trading crypto

#Sepuluh #kesalahan #fatal #yang #dilakukan #trader #dan #cara #menghindarinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *