Yoon, Ishiba mendiskusikan kerja sama mengenai Korea Utara dalam panggilan telepon pertama

 – Beragampengetahuan
2 mins read

Yoon, Ishiba mendiskusikan kerja sama mengenai Korea Utara dalam panggilan telepon pertama – Beragampengetahuan

Presiden Yoon Suk Yeol berbicara melalui telepon dengan Perdana Menteri baru Jepang Shigeru Ishiba di kantornya di Seoul pada hari Rabu. (Kantor Presiden)

Presiden Yoon Suk Yeol berbicara melalui telepon dengan Perdana Menteri baru Jepang Shigeru Ishiba di kantornya di Seoul pada hari Rabu. (Kantor Presiden)

Presiden Yoon Suk Yeol dan Perdana Menteri baru Jepang Shigeru Ishiba melakukan panggilan telepon pertama mereka pada hari Rabu untuk membahas hubungan bilateral dan kerja sama untuk melawan ancaman, kata kantor Yoon dari Korea Utara.

Dalam panggilan tersebut, Yoon dan Ishiba sepakat untuk melakukan upaya memperkuat kerja sama bilateral dan kerja sama trilateral yang melibatkan Amerika Serikat untuk menyelesaikan masalah Korea Utara.

“Para pemimpin sepakat mengenai perlunya Korea Selatan, Jepang dan Amerika Serikat melakukan upaya bersama untuk menanggapi provokasi yang terus dilakukan Korea Utara,” kata kantor kepresidenan dalam sebuah pernyataan.

“Mereka juga sepakat untuk terus bekerja sama dalam masalah hak asasi manusia Korea Utara, seperti penculikan warga negara Jepang, korban penculikan warga Korea, tahanan dan tawanan perang,” tambah pernyataan itu.

Yoon mengatakan kedua negara adalah “tetangga dan mitra penting” yang berbagi nilai dan kepentingan, dan menyatakan harapan untuk perbaikan lebih lanjut dalam hubungan saat Seoul dan Tokyo merayakan peringatan 60 tahun normalisasi hubungan luar negeri yang dilaksanakan tahun depan, menurut kantor.

Mereka juga sepakat untuk melanjutkan “diplomasi antar-jemput” secara rutin dan bertemu sesegera mungkin untuk berdiskusi secara terbuka mengenai hubungan bilateral dan masalah bersama lainnya.

Hubungan bilateral telah meningkat secara signifikan setelah tahun lalu Yoon memutuskan untuk menyelesaikan perselisihan yang sudah berlangsung lama mengenai penggunaan warga Korea di Jepang sebagai pekerja paksa pada masa perang dengan memberikan kompensasi kepada para korban tanpa meminta kontribusi dari perusahaan Jepang.

Pendahulu Yoon dan Ishiba, Fumio Kishida, telah menghidupkan kembali diplomasi antar-jemput yang telah lama tertunda, yaitu saling mengunjungi kapan pun diperlukan dan telah mengadakan 12 pertemuan puncak dalam dua tahun terakhir. (Yonhap)



Berita Terkini Ekonomi Korea Selatan

berita artis korea, berita korea, berita terbaru artis korea, berita terbaru korea, berita korea selatan hari ini, berita korea selatan, berita trending di korea, berita korea hari ini

#Yoon #Ishiba #mendiskusikan #kerja #sama #mengenai #Korea #Utara #dalam #panggilan #telepon #pertama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *